Sampah plastik merupakan salah satu jenis limbah domestik yang jumlahnya terus meningkat dan mendominasi timbulan sampah masyarakat. Namun, pengelolaannya masih belum sebanding dengan laju akumulasinya. Salah satu pendekatan teknologi yang menjanjikan untuk mengolah limbah plastik adalah metode pirolisis, yaitu proses termal yang memecah rantai karbon panjang menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui pemanasan tanpa atau dengan sedikit oksigen. Proses ini menghasilkan tiga jenis produk: fraksi padat, cair, dan gas, yang seluruhnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Namun demikian, fraksi gas hasil pirolisis masih mengandung karbon dioksida (CO₂) yang bersifat sebagai kontaminan, sehingga menurunkan efisiensi energi sekaligus berdampak terhadap lingkungan jika dilepaskan langsung ke atmosfer. Untuk mengatasi hal tersebut, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) menawarkan solusi dengan memanfaatkan CO₂ sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kimia seperti natrium karbonat (Na₂CO₃), melalui mekanisme absorpsi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH). Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur, yang terdiri dari identifikasi jenis plastik penghasil CO₂ tertinggi, efektivitas katalis dalam meningkatkan fraksi gas hasil pirolisis, dan penentuan kondisi pH dan konsentrasi NaOH yang optimal untuk pembentukan Na₂CO₃. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa untuk mengoptimalkan sintesis Na2CO3, dapat dicapai melalui pirolisis plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) yang menghasilkan fraksi gas lebih banyak, penggunaan katalis ZSM-5 untuk mempercepat degradasi, serta penyerapan CO2 oleh NaOH berkonsentrasi lebih tinggi (pH > 10) dalam jumlah berlebih.
Copyrights © 2026