Konsumsi minuman manis pada remaja masih tergolong tinggi dan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Tingginya konsumsi minuman manis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya tingkat pengetahuan tentang bahaya gula dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan bahaya gula dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain survei analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Ma'had An-Nur Bantul sebanyak 348 siswa. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 53 siswa (67,9%). Pengaruh teman sebaya sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 39 siswa (50,0%). Perilaku konsumsi minuman manis menunjukkan bahwa 40 siswa (51,3%) mengonsumsi minuman manis dan 38 siswa (48,7%) tidak mengonsumsi minuman manis. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya gula dengan perilaku konsumsi minuman manis (p = 0,000), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 24,353. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis (p = 0,039). Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya gula dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis pada siswa MTs Al-Ma'had An-Nur Bantul Tahun 2026
Copyrights © 2026