Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Bahaya Gula dan Teman Sebaya dengan Perilaku Konsumsi Minuman Manis pada Siswa Norra Hendarni Wijaya
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.639

Abstract

Konsumsi minuman manis pada remaja masih tergolong tinggi dan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Tingginya konsumsi minuman manis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya tingkat pengetahuan tentang bahaya gula dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan bahaya gula dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain survei analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Ma'had An-Nur Bantul sebanyak 348 siswa. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 53 siswa (67,9%). Pengaruh teman sebaya sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 39 siswa (50,0%). Perilaku konsumsi minuman manis menunjukkan bahwa 40 siswa (51,3%) mengonsumsi minuman manis dan 38 siswa (48,7%) tidak mengonsumsi minuman manis. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya gula dengan perilaku konsumsi minuman manis (p = 0,000), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 24,353. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis (p = 0,039). Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya gula dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis pada siswa MTs Al-Ma'had An-Nur Bantul Tahun 2026
Edukasi Kesehatan Mental pada Santri di Pondok Pesantren Darusy Syahadah Boyolali Hodiri Adi Putra; Norra Hendarni Wijaya
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i2.734

Abstract

Mental health can be defined as a condition that causes thoughts, behavior, emotions and social relationships to become disturbed. Mental health education is an effective strategy to increase student literacy and awareness about the importance of maintaining mental health. Health education activities can help students recognize symptoms of mental disorders early, reduce stigma, and encourage seeking professional help. Wrong or inappropriate handling will have unpleasant consequences and can even be bad for the students' health. The aim of this community service activity is to increase the knowledge and understanding of students and also to make them more aware of the importance of maintaining mental health and managing emotions well. The method of this activity is carried out by providing health education to students about mental health offline in the hall, using instruments in the form of questionnaires for pre-test and post-test of students' knowledge about mental health, and question and answer discussions followed by consultations regarding mental health including problems felt by the students. The results of the activity showed that there was an increase in students' knowledge and understanding of mental health from before being given education to after being exposed to the material. The suggestion is that further activities need to be provided to be able to provide full awareness and habits in maintaining mental health for students so they can continue to control and manage emotions.
Psychoeducation Based on Short Education Movie as An Educational Media to Improve Knowledge about Online Game Addiction in Students Nelma Liklikwatil; Floria Veramaya Imlabla; Paramita Kurnia Wiguna; Ummul Hariat; Nur Aisah Latuconsina; Agustiningsih Agustiningsih; Norra Hendarni Wijaya; Bety Agustina Rahayu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5735

Abstract

Game addiction can result in a significant decrease in an individual's ability to perform routine activities. Lack of education about game addiction can cause behavioral disorders and other health problems. Seeing the existing problems, the purpose of this study is to conduct a psychoeducational analysis study based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students. This study is a quantitative study with a quasi-experimental pretest-protest design. This study will be conducted at Ambon vocational high schools. Sampling using random sampling techniques obtained 40 students. The statistical test used is the Wilcoxon signed Rank test. The results showed that the majority of respondents were 15 years old (57.5%) with the largest gender being female (62.5%). The majority of respondents had insufficient knowledge before being given psychoeducation based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students in Ambon city as many as 27 respondents (67.5%). The results of student knowledge after psychoeducation based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students in Ambon city are mostly in the good category, namely 30 respondents (75%). The results of the Analysis test obtained a p-Value of 0.001. The conclusion in this study is that there is a significant influence between psychoeducation based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students (p-value 0.001).
Faktor yang Berhubungan dengan Kebiasaan Konsumsi Minuman Sugar Sweetened Beverages pada Siswa SMPN 1 Pleret Yogyakarta Norra Hendarni Wijaya
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 5: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i5.10684

Abstract

Konsumsi minuman manis (Sugar Sweetened Beverages/SSBs) di Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian khusus, terutama di kalangan remaja sehingga perlu untuk mengetahui dan menekan faktor resiko kebiasaan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan konsumsi SSBs pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pleret Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 68 responden yang dipilih secara accidental sampling dari total 212 siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), konsep diri (p = 0,002), dan media massa (p = 0,002) dengan kebiasaan konsumsi SSBs. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara preferensi, teman sebaya, dan ketersediaan dengan kebiasaan konsumsi SSBs. Kesimpulan, faktor internal seperti pengetahuan dan konsep diri, serta faktor eksternal berupa paparan media massa, berperan penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi minuman manis pada remaja. Sebaiknya tenaga kesehatan meningkatkan edukasi melalui penyuluhan rutin, sekolah mendorong penguatan kontrol diri dan menyediakan minuman sehat, serta orang tua lebih terlibat dalam pengawasan konsumsi di rumah. Siswa juga dianjurkan untuk mengurangi paparan iklan digital dan belajar menolak pengaruh negatif dari teman sebaya.
Gambaran Kesehatan Mental Remaja di SMA Negeri 2 Banguntapan: Kesehatan Mental Remaja Norra Hendarni Wijaya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12794

Abstract

Masalah kesehatan mental umumnya dialami remaja adalah cemas, depresi, perasaan takut, hiperaktifitas, konflik dengan teman sebaya. Apabila tidak segera teratasi maka berdampak tidak baik bagi kesehatan seperti mudah menangis atau marah, memberontak, merasa tidak bahagia, dan juga berdampak secara fisik misalnya gangguan tidur, lelah, mudah gelisah, tegang, perilaku bullying. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling berjumlah 72 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 di SMA Negeri 2 Banguntapan. Instrumen yang digunakan adalah strength and difficulties questionnaire (SDQ). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden jumlah rentang normal pada 5 kategori yaitu kemampuan prososial sejumlah 49 responden (68,1%), masalah emosional 51 responden (70,8%), masalah perilaku 38 responden (52,8%), masalah teman sebaya 34 responden (47,2%), dan hiperaktivitas 44 responden (61,1%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki skor gejala emosi pada kategori normal dari 5 variabel mulai dari variabel kemampuan prososial, masalah emosional, masalah perilaku, masalah teman sebaya dan hiperaktivitas. Data ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan upaya peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan jiwa remaja serta perlunya dilakukan deteksi dini kesehatan mental pada remaja di sekolah dengan menggunakan instrument Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ)
TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA MAYUNGAN II KALURAHAN MURTIGADING SANDEN BANTUL Parmadi Sigit Purnomo; Norra Hendarni Wijaya
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 3 (2026): Juni : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/0z57cb13

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a chronic medical condition characterized by a persistent increase in blood pressure above the normal threshold. Systolic blood pressure is more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. This study aims to determine the relationship between knowledge levels and stress levels with the incidence of hypertension in the elderly. This type of research is quantitative using a case-control approach used to assess the role of risk factors for the disease. The population of this study were hypertension cases 50-89 years old, obtained from the latest data from hypertension classes in October 2025 in Mayungan II Village, Murtigading Village, Sanden, Bantul, with a total of 22 people. Using a total sampling of 22 case groups and 22 control groups with a total of 44 respondents. The results of the chi-square test show a Continuity Correction value of 7.425 with an Asymp.Sig.(2-sided) value of 0.006, meaning that the value is smaller than (α = 0.05) so that it can be stated (0.006 <0.05). and x² count 7.425> x² table 3.841) with Df = 1, it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, which means there is a significant relationship between knowledge and the incidence of hypertension in the elderly with an Odds Ratio (OR) for the knowledge variable (Not good/good) which is 7.286 (95% CI, 1.905–27.861). This shows that elderly people with a poor level of knowledge have a risk of experiencing hypertension 7.286 times greater than elderly people who have a good level of knowledge. The results of the Chi-Square test show a significant value (a = 0.000) and df = 2, where the value <0.000 and x² count (17,468) ≥ x² table (5,991), then Ha is accepted Ho is rejected. In conclusion, there is a relationship between the level of knowledge and stress levels with the incidence of hypertension in the elderly in Mayungan II Village, Murtigading Sanden Village, Bantul.