Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman belajar siswa Generasi Z dalam memanfaatkan microlearning sebagai strategi untuk mengatasi rentang perhatian yang pendek di era digital. Penurunan rentang perhatian dipengaruhi oleh dominasi konten singkat berbasis algoritma yang membentuk pola konsumsi informasi secara cepat dan terfragmentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi yang melibatkan siswa Generasi Z sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan menerapkan triangulasi sumber serta pengecekan anggota untuk menjaga kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung kehilangan fokus setelah 10–30 menit pembelajaran konvensional. Microlearning dinilai lebih efektif karena penyajian materi yang singkat, terfokus, dan mudah dipahami. Pemanfaatan media visual, seperti infografis dan video pendek, terbukti mampu meningkatkan konsentrasi, pemahaman, serta retensi memori siswa. Dengan demikian, microlearning dapat menjadi strategi pembelajaran yang adaptif dan efektif, sesuai dengan karakteristik serta preferensi belajar Generasi Z di era digital
Copyrights © 2026