Integrasi teknologi digital dalam pendidikan memiliki potensi untuk meningkatkan semangat siswa, tetapi aspek psikologis dan kendala yang dihadapi siswa di lapangan perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pengalaman, hambatan, dan faktor faktor yang memotivasi siswa saat belajar dengan teknologi digital jika dibandingkan dengan metode pendidikan tradisional di SMAN 2 Telukjambe Timur Karawang. Untuk itu, metode kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para guru, serta didukung oleh observasi dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran digital dapat meningkatkan motivasi siswa berkat interaktivitas, variasi dalam media, dan kemandirian dalam mengakses informasi, meskipun ada tantangan berupa gangguan perhatian yang disebabkan oleh perangkat elektronik. Sebaliknya, metode pembelajaran tradisional lebih baik dalam membangun kedekatan emosional antara siswa dan guru serta disiplin dalam belajar tatap muka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi belajar yang optimal dapat dicapai dengan mengimbangi pengalaman digital dengan kehadiran fisik guru. Disarankan kepada guru untuk menerapkan strategi pembelajaran hibrida yang terstruktur.
Copyrights © 2026