Industri pertambangan modern merupakan salah satu sektor kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, sehingga memerlukan tata kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak hanya regulatif, tetapi juga etis. Artikel ini mengkaji transformasi nilai-nilai hadis ke dalam kebijakan K3 pertambangan melalui pendekatan sosiologi hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan mengintegrasikan analisis ma‘ānī al-ḥadīth dan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Kajian ini berfokus pada nilai-nilai hadis seperti lā ḍarara wa lā ḍirāra, itqān al-‘amal, amānah, dan kullukum rā‘in. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut dapat ditransformasikan menjadi prinsip K3 melalui penafsiran kontekstual hadis, pelembagaan dalam Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), dan pembentukan budaya keselamatan kerja. Artikel ini menyimpulkan bahwa hadis memiliki daya transformatif sebagai landasan etik-spiritual bagi tata kelola keselamatan kerja di industri pertambangan modern.
Copyrights © 2026