Mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja paruh waktu menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik, pekerjaan, dan kehidupan pribadi sehingga diperlukan kemampuan manajemen waktu yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi kehidupan kerja dan pengalaman kerja terhadap efektivitas manajemen waktu pada mahasiswa pekerja part-time di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 66 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life integration berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen waktu dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Pengalaman kerja juga berpengaruh positif dan sangat signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap efektivitas manajemen waktu mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengintegrasikan peran kehidupan dan pengalaman kerja dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan waktu mahasiswa pekerja part-time. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan regulasi diri dan pengelolaan aktivitas akademik maupun pekerjaan.
Copyrights © 2026