Perkembangan AI chatbot menghadirkan tantangan baru dalam pendidikan anak usia dini, terutama ketika anak mulai meniru bahasa digital yang tidak selalu sesuai dengan norma kesantunan, empati, dan adab komunikasi. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh pendampingan etis guru PAUD terhadap konstruksi karakter anak usia dini di era AI chatbot dengan menggunakan perspektif Pasal 8 Kode Etik Guru sebagai kerangka normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis dokumen kebijakan, dengan fokus pada relasi antara guru, anak, teknologi digital, dan pembentukan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendampingan etis guru PAUD berpengaruh dalam tiga aspek utama, yaitu penyaringan bahasa digital, pembiasaan komunikasi santun, dan perlindungan anak dari dampak penggunaan teknologi yang tidak sesuai tahap perkembangan. Guru PAUD berperan bukan sebagai penghambat teknologi, melainkan sebagai mediator etis yang membantu anak memahami, mengoreksi, dan membiasakan respons bahasa yang berkarakter. Penelitian ini merekomendasikan model pendampingan A-D-A-B, yaitu amati, dialogkan, arahkan, dan biasakan, sebagai strategi praktis dalam membangun karakter anak di era AI chatbot.
Copyrights © 2026