Penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia dini tidak cukup dilakukan hanya melalui tes tertulis atau penilaian hasil akhir, karena perkembangan religius anak lebih tampak melalui sikap, kebiasaan, dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI pada anak usia dini serta mengembangkan model evaluasi autentik berbasis observasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada lembaga pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi autentik berbasis observasi mampu membantu guru menilai perkembangan nilai agama dan moral anak secara lebih menyeluruh melalui pengamatan terhadap kebiasaan ibadah, sikap religius, dan interaksi sosial anak dalam proses pembelajaran. Instrumen observasi yang digunakan dalam bentuk checklist, rating scale, dan catatan anekdot mempermudah guru melakukan penilaian secara sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan model evaluasi ini memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai perkembangan religius anak dibandingkan evaluasi konvensional yang berorientasi pada hasil akhir. Dengan demikian, evaluasi autentik berbasis observasi dinilai efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI anak usia dini karena mampu menilai aspek perkembangan anak secara kontekstual dan autentik.
Copyrights © 2026