Penelitian ini mengkaji pemanfaatan alat asesmen berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi pembelajaran Fiqih, serta peluang dan tantangan moralitas digital yang menyertainya. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori, penelitian ini melibatkan 180 siswa dan 12 guru Fiqih dari tiga lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui tes komparatif, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis AI lebih efektif dalam mengukur pemahaman kognitif tingkat tinggi, dengan peningkatan signifikan pada aspek analisis dan evaluasi (selisih +12,3 poin) serta penerapan dan analisis (selisih +8,3 poin) dibandingkan metode konvensional. Sistem AI juga lebih cepat (2 jam vs 7-10 hari kerja) dan lebih objektif. Namun, penerapannya menghadapi tantangan moralitas digital, yaitu 32% siswa tergoda mencari bantuan daring dan 27% menunjukkan ketergantungan pada teknologi. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan antara teknologi dan pendidikan karakter, aturan penggunaan yang jelas, pembekalan etika digital, serta pengawasan manusiawi agar asesmen AI tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas pendidikan Islam.
Copyrights © 2026