Praktik pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu yang tidak tepat merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya malnutrisi dan gangguan tumbuh kembang pada bayi. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling terhadap 116 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan estimasi kekuatan hubungan menggunakan Odds Ratio dengan interval kepercayaan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40,5 persen ibu memiliki pengetahuan cukup dan 26,7 persen berpengetahuan kurang tentang makanan pendamping. Sebanyak 44,0 persen ibu menunjukkan sikap negatif, dan 63,8 persen ibu mempraktikkan pemberian makanan pendamping dalam kategori cukup hingga kurang. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian makanan pendamping dengan nilai probabilitas 0,001 dan Odds Ratio 4,2 artinya Ibu dengan pengetahuan yang baik memiliki peluang 4,2 kali lebih besar untuk menerapkan praktik pemberian MP-ASI yang tepat. Terdapat pula hubungan bermakna antara sikap ibu dengan praktik pemberian makanan pendamping dengan nilai probabilitas 0,003 dan Odds Ratio 3,7. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif ibu merupakan strategi kunci dalam memperbaiki praktik pemberian makanan pendamping guna mendukung pertumbuhan bayi yang optimal di wilayah kerja Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe.
Copyrights © 2026