Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemodelan Faktor Risiko Penyakit Tuberkulosis di Kota Lhokseumawe Novianti Novianti; Roslinawati; Siska Desta Roza; Yeffi Masnarivan
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2021): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v10i2.149

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is a health problem that until now has become the most infectious and very deadly disease in the world. TB cases in Aceh Province in 2018 were found to be 8,471 cases. The city of Lhokseumawe with the highest CNR of tuberculosis cases in Aceh Province was 351 per 100,000 population. The purpose of this study was to determine the model of risk factors that influence tuberculosis in Lhokseumawe City. This research is a descriptive study using secondary data analysis. This research was conducted in Lhokseumawe City in March - September 2021. This study used secondary data from the Lhokseumawe City BPS and Lhokseumawe City Health Office 2019. The results showed that the highest TB prevalence rate was in banda sakti sub-district at 336 per 100,000 population. Meanwhile, the sub-district with the lowest TB prevalence rate is in Muara Dua District, which is 201 per 100,000 population. There are 2 variables that significantly differentiate between the two clusters, namely the proportion of households with a ground floor and population density. The population density variable is the most dominant variable causing TB disease in Lhokseumawe City.
Hubungan Dukungan Ke Luarga Dengan Pemanfaatan Posyandu Bagi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Meurah Mulia Ka Bupaten Aceh Utara Tahun 2022 Novianti
Indonesia Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian berjumlah 102 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas dan tiga desa yaitu Lubok Tuwe, Beuringen, dan Nibong wilayah kerja Puskesmas Meurah Mulia pada pagi sampai siang hari tanggal 15 s/d 22 Juli 2022. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara dan penyebaran kuesioner. Analisa data yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga mendukung pemanfaatan posyandu dengan baik (63,8%), walaupun hanya (34.3%) yang telah memanfaatkan posyandu sesuai dengan standar. Hasil analisa uji chi-square dengan menggunakan analisa bivariat menunjukkan p value 0,000 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ada Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemanfaatan Posyandu Bagi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022. Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar dapat meningkatkan informasi tentang pentingnya peran dukungan keluarga sebagai faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan dapat memotivasi ibu yang mempunyai balita untuk dapat membawa anaknya ke posyandu setiap bulan.
Optimalisasi Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif Melalui Terapi Akupresur dan Kompres Hangat di Klinik Rumah Sehat Bidan Hartati, Aceh Utara Novianti Novianti; Siska Desta Roza; Myrna Lestari; Fatiyani Fatiyani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44643

Abstract

Upaya pencegahan partus lama dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan fisiologis, seperti senam hamil, teknik pernapasan dalam, serta intervensi non-farmakologis lainnya seperti akupresur dan kompres Hangat. Intervensi tersebut bertujuan untuk mendukung proses persalinan yang alami, mempercepat fase aktif kala I, serta mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Optimalisasi Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif Melalui Terapi Akupresur Dan Kompres Hangat di Klinik Rumah Sehat Bidan Hartati, Aceh Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment. Sampel terdiri dari 30 responden yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu 15 responden pada kelompok akupresur dan 15 responden lainnya pada kelompok dengan intervensi Kompres Hangat compress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu kemajuan persalinan kala I fase aktif pada kelompok akupresur adalah 162,33 menit dengan standar deviasi 37,88. Sementara itu, kelompok Kompres Hangat memiliki rata-rata waktu 221,67 menit dengan standar deviasi 56,71. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, dengan nilai p-value 0,002 (p < 0,05). Artinya, kelompok yang diberikan akupresur mengalami kemajuan persalinan lebih cepat, yaitu 59,3 menit lebih singkat dibandingkan kelompok Kompres Hangat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi edukatif bagi mahasiswa serta mendorong penelitian lanjutan dengan kontrol terhadap variabel lain agar hasilnya lebih representatif.
Cara Merawat Penderita Stunting dengan Pola Hidup Sehat, Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu Hamil di Desa Kumbang Kecamatan Blangmangat Kota Lhokseumawe Siska Desta Roza; Novianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v1i1.29

Abstract

In Indonesia, stunting is still a health problem. This condition is caused by malnutrition from pregnancy until the child is 2 years old. specifically, such as Kumbang Village, Blang Mangat District, Lhokseumawe City. The problem of stunting is still found in a relatively large number of cases. Based on the results of interviews with community leaders, stunting conditions are still often experienced by the people of Kumbang Village, Blang Mangat District, Lhokseumawe City. The aim of this activity is to increase awareness of mothers under five whose children are stunting and pregnant women about how to care for stunting sufferers with a healthy lifestyle, fulfilling nutritional requirements for children and pregnant women. The methods used in this activity are lectures, questions and answers and discussions to increase understanding about stunting. Implementation of activities in October 2023 in Kumbang Village, Blang Mangat District, Lhokseumawe City. Results of the pre-test mean score and post-test mean score before and after conducting counseling. It was found that the participants' average pre-test score was 6.21 and the participants' post-test average score was 8.42 (p=0.000). The conclusion was that there was an increase in the participants' knowledge before the counseling was carried out compared to after the counseling was carried out. It is hoped that through this activity, family members can participate in reducing stunting rates in Kumbang Village, Blang Mangat District, Lhokseumawe City.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Praktik Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 6–12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Mangat Arista Ardilla; Zulkarnaini Zulkarnaini; Linur Steffi Harkensia; Novianti Novianti
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1708

Abstract

Praktik pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu yang tidak tepat merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya malnutrisi dan gangguan tumbuh kembang pada bayi. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling terhadap 116 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan estimasi kekuatan hubungan menggunakan Odds Ratio dengan interval kepercayaan 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40,5 persen ibu memiliki pengetahuan cukup dan 26,7 persen berpengetahuan kurang tentang makanan pendamping. Sebanyak 44,0 persen ibu menunjukkan sikap negatif, dan 63,8 persen ibu mempraktikkan pemberian makanan pendamping dalam kategori cukup hingga kurang. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian makanan pendamping dengan nilai probabilitas 0,001 dan Odds Ratio 4,2 artinya Ibu dengan pengetahuan yang baik memiliki peluang 4,2 kali lebih besar untuk menerapkan praktik pemberian MP-ASI yang tepat. Terdapat pula hubungan bermakna antara sikap ibu dengan praktik pemberian makanan pendamping dengan nilai probabilitas 0,003 dan Odds Ratio 3,7. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif ibu merupakan strategi kunci dalam memperbaiki praktik pemberian makanan pendamping guna mendukung pertumbuhan bayi yang optimal di wilayah kerja Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe.
Pengaruh Kombinasi Hypnobreastfeeding dan Aroma Terapi Rose terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Keramat Kabupaten Aceh Utara Siska Desta Roza; Novianti Novianti; Eka Sutrisna
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i2.1602

Abstract

This study focuses on the issue of breast milk production affecting the success of exclusive breastfeeding. It aims to analyze the effect of combining Hypnobreastfeeding with rose aromatherapy on breast milk production at Puskesmas Simpang Keramat. Using an experimental analytical design with a pretest-posttest one-group approach, the study involved 30 respondents divided into two groups: 15 in the intervention group receiving Hypnobreastfeeding and rose aromatherapy, and 15 in the control group with no intervention. The research was conducted from May to August 2024. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test for normality and independent t-tests for univariate and bivariate analysis. Results showed that the average breast milk production before the intervention was 370.6 ml in the intervention group and 366.0 ml in the control group. After the intervention, the average production increased to 442.0 ml in the intervention group and 382.3 ml in the control group. Statistical tests revealed a significant difference with a p-value < 0.05. The conclusion indicates a significant difference in breast milk production intensity before and after the intervention between the two groups. It is recommended that healthcare providers use the combination of Hypnobreastfeeding and rose aromatherapy to enhance breast milk production in breastfeeding mothers.