Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Identifikasi faktor risiko stunting diperlukan sebagai dasar penyusunan intervensi yang lebih efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada balita. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Juni 2024 di Kolaka Utara dengan menggunakan pendekatan case-control (100 kasus dan 200 kontrol) yang diambil melalui cluster random sampling. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk mengidentifikasi faktor dominan dengan nilai signifikansi p<0,05 dan CI 95%. Hasil analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa tidak adanya riwayat kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil (OR = 0.031; CI 95%: 0.006-0.164); p=0,000), ketersediaan saluran pembuangan air limbah (SPAL) (OR = 0.062; CI 95%: 0.005-0.729; p=0,027), serta tingkat pendidikan ibu tinggi (Sarjana) (OR=0.002 ; CI 95%: 0.000-0.200; p = 0.008) merupakan faktor protektif terhadap kejadian stunting. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa faktor KEK ibu hamil, SPAL dan Pendidikan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kejadian stunting di Kolaka Utara.
Copyrights © 2026