Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua mengenai fenomena penggunaan bahasa kasar oleh anak usia dini. Subjek penelitian melibatkan dua pasang orang tua yang dipilih berdasarkan kriteria anak usia 3-5 tahun yang terindikasi sering meniru bahasa kasar, serta dua informan tambahan yaitu orang tua dianataranya ayah, ibu dan nenek dari anak/orang tua darai pasangan suami istri guna memperkuat keabsahan data. Informasi dihimpun melalui metode observasi lapangan dan wawancara mendalam. Guna menjamin validitas temuan, peneliti menerapkan teknik triangulasi data. Seluruh data informasi yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil analisis terhadap aspek kognitif, konatif, dan afektif menunjukkan bahwa orang tua sepenuhnya menyadari bahwa kosakata kasar tidak pantas diucapkan serta dapat melukai perasaan orang lain. Implikasinya, fenomena kebahasaan tersebut memicu respon emosional negatif pada orang tua, berupa rasa kecewa, marah, dan cemas. Sebagai bentuk penanggulangan, strategi yang diterapkan mencakup pemberian nasihat, teguran edukatif, serta keteladanan dalam berkomunikasi yang baik. Secara praktis, temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya dalam merumuskan panduan solutif dan sinergi pengasuhan antara pihak sekolah dan keluarga terkait pembinaan karakter anak.
Copyrights © 2026