Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengenalan literasi budaya maritim pada anak usia dini melalui media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital storytelling “Perahu Jou dan Nukila” sebagai media pembelajaran untuk menginvestigasi literasi budaya maritim anak usia dini di TK Pembina 1 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 19 anak kelompok B berusia 5–6 tahun, yang terdiri atas 12 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital storytelling memberikan respons positif dari anak usia dini. Anak menunjukkan antusiasme, fokus, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Media ini juga membantu anak mengenal budaya maritim lokal, khususnya Perahu Jou, serta memahami unsur kehidupan masyarakat pesisir seperti laut, nelayan, dan ikan. Selain itu, cerita digital ini turut menumbuhkan kesadaran anak terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan laut. Dengan demikian, digital storytelling berbasis budaya lokal efektif dalam mendukung pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Copyrights © 2026