Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memerlukan bahan ajar yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik secara aktif dan bermakna. Hasil observasi awal di kelas V SDN 192 Salobongko Malangke Barat menunjukkan penggunaan media masih terbatas pada video dan presentasi, sehingga peserta didik cenderung pasif, kurang fokus, dan kesulitan memahami penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi urgensi penelitian karena pembelajaran yang tidak kontekstual berpotensi melemahkan pembentukan karakter kebangsaan sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengetahui tingkat kevalidan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Experiential Learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model ADDIE, dibatasi hingga tahap Development karena fokus penelitian pada uji kevalidan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket validasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus persentase dan skala Likert, serta deskriptif kualitatif untuk data hasil wawancara dan observasi. Hasil validasi menunjukkan ahli materi 86,67%, ahli desain 87,50%, dan ahli bahasa 91,67% dengan kategori valid hingga sangat valid. Dengan demikian, LKPD layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung. Implikasi penelitian ini adalah membantu guru menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, serta menjadi referensi pengembangan bahan ajar Pendidikan Pancasila berbasis pengalaman di sekolah dasar.
Copyrights © 2026