Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi takmir masjid dalam meningkatkan minat remaja untuk mengikuti kegiatan kajian rutin di masjid serta memahami bagaimana perencanaan dan pelaksanaan manajerial memengaruhi keterlibatan remaja dalam program pembelajaran berbasis masjid. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengurus takmir masjid, penceramah, dan remaja peserta kajian, yang didukung dengan observasi kegiatan kajian serta dokumentasi terkait pengelolaan program. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola strategi pelaksanaan dan partisipasi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi perencanaan program kajian yang terstruktur, kerja sama antara takmir dan penceramah, pemilihan tema kajian yang relevan dan kontekstual bagi remaja, serta penciptaan suasana pembelajaran yang suportif dan interaktif. Selain itu, pendekatan komunikasi yang ramah remaja dan metode diskusi partisipatif mampu meningkatkan motivasi serta menjaga keberlanjutan kehadiran remaja dalam kegiatan kajian. Strategi tersebut membantu menjadikan masjid sebagai lingkungan yang lebih inklusif dan edukatif bagi generasi muda. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola masjid perlu mengembangkan strategi manajemen yang adaptif dan inovatif untuk meningkatkan keterlibatan remaja serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan Islam dan pembinaan generasi muda. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji program serupa dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda guna memperkaya pemahaman tentang strategi keterlibatan remaja berbasis masjid serta dampaknya terhadap partisipasi pembelajaran keagamaan dan pembentukan karakter remaja.
Copyrights © 2026