Industri ban merupakan salah satu sektor yang terus berkembang di Indonesia sehingga menghasilkan limbah ban bekas dalam jumlah yang semakin meningkat. Ban bekas bersifat non-biodegradable berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola. Salah satu upaya pemanfaatan limbah tersebut adalah sebagai bahan substitusi agregat pada pembuatan bata beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis dan persentase limbah ban bekas terhadap kualitas bata beton serta menilai potensi pemanfaatannya dari aspek lingkungan dan ekonomi. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan limbah ban dalam dan ban luar dengan variasi substitusi sebesar 30%, 40%, dan 50%. Pengujian meliputi kuat tekan, daya serap air, uji kelimpahan dengan parameter timbal (Pb), serta analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan variasi limbah ban dalam sebesar 30% menghasilkan kinerja terbaik kuat tekan sebesar 1,92 MPa, daya serap air sebesar 9,86%, dan kadar Pb hasil uji leaching <0,30 mg/L sehingga masih memenuhi baku mutu yang berlaku. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa penggunaan limbah ban bekas menghasilkan biaya produksi sekitar 4% lebih rendah dibandingkan bata beton konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ban bekas tidak hanya berpotensi mengurangi timbulan limbah dan penggunaan agregat alami, tetapi menambah nilai ekonomi melalui pemanfaatan limbah sebagai material alternatif pada produk konstruksi non-struktural.
Copyrights © 2026