Waryati Waryati
Universitas Mulawarman

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERANCANGAN CASCADE AERATOR UNTUK MENURUNKAN PARAMETER BESI DAN MANGAN DALAM PENGOLAHAN AIR SUMUR Febrina Zulya; Fahrizal Adnan; Yodi Prapeta Dewi; Searphin Nugroho; Indriani M. Malik; Yusi Tirana; Rifqa Rahni; Muhammad Zidan Difachwan; Ridho Febry Widianto; Maulya Indah N Faizah; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i2.9712

Abstract

Besi dan mangan adalah unsur logam yang umum ditemukan dalam air tanah seperti air sumur. Apabila air sumur tersebut digunakan dalam jangka panjang, dapat menyebabkan berbagai masalah. Kandungan besi dan mangan dalam air sumur dapat diturunkan melalui proses aerasi. Aerasi adalah proses pengontakan air dengan oksigen agar terjadi reaksi oksidasi. Baku mutu besi dan mangan dalam PERMENKES No. 32 Tahun 2017 ialah 1 mg/L dan 0,5 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air sampel yaitu air sumur di Jalan Perjuangan 1, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara yang mengandung besi 2,3 mg/L dan mangan 0,4 mg/L dengan cascade aerator. Proses aerasi dilakukan dengan debit 0,027 m3 dan waktu detensi 30, 60, dan 90 menit. Adapun kandungan besi dan mangan setelah 30 menit ialah 1,7 mg/L dan 0,09 mg/L, setelah 60 menit sebesar 2,4 mg/L dan 0,07 mg/L, dan setelah 90 menit sebesar 0,4 mg/L dan < 0,02 mg/L. Nilai Dissolved Oxygen (DO) pada waktu detensi 30, 60, dan 90 menit ialah 1,2 mg/L, 1,3 mg/L, dan 1,59 mg/L. Berdasarkan nilai tersebut, dapat diketahui setelah 90 menit kandungan besi dalam air sampel telah memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan besi dan mangan ialah 82,6% dan 95,5%, sedangkan peningkatan DO sebesar 25,25%.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN KOSMETIK SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM PEMBUATAN BATA BETON (PAVING BLOCK) Ariqah Khairunnisa; Dyah Wahyu Wijayanti; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23563

Abstract

Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang plastik terbanyak, tidak terkecuali limbah plastik kemasan kosmetik. Limbah plastik yang tidak terolah dengan baik dapat mencemari TPA maupun lingkungan laut, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai. Pemanfaatan plastik menjadi bata beton dapat menjadi upaya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase dan jenis limbah plastik kemasan kosmetik terhadap kualitas fisik dalam pembuatan bata betonberdasarkan SNI 03-0691-1996, serta mengetahui volume limbah plastik yang dapat direduksi dan nilai ekonomis yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan jenis limbah plastik yang digunakan adalah PET, HDPE, dan PP dengan persentase 0%, 2,5%, dan 5%. Bentuk bata beton yang digunakan, yaitu segi enam dengan ukuran 20 × 23 × 6 cm. Pengeraman bata beton dilakukan selama 28 hari, kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air. Hasil menunjukkan komposisi terbaik terdapat pada bata beton PB2 PP, dengan kuat tekan sebesar 30,8 MPa dan daya serap air 7,98%. Penggunaan limbah plastik sebanyak 5% atau 0,22 kg dapat mereduksi volume limbah hingga 2,364 kg/m2. Analisis ekonomi menunjukkan penggunaan limbah plastik dapat menurunkan biaya produksi hingga 5 – 7% dibandingkan bata beton tanpa penambahan plastik.
PENGGUNAAN MEDIA SARANG TAWON DAN BIOBALL PADA BIOFILTER AEROB PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY Fherlita Deviana Apema; Dwi Ermawati Rahayu; Fahrizal Adnan; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.11809

Abstract

Pesatnya perkembangan usaha jasa laundry dapat memberikan andil terhadap pencemaran air yang berasal dari pembuangan limbah hasil pencucian yang tidak diolah terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan kandungan TSS, COD, BOD, ammonia, MBAS, dan phosphor dari limbah laundry yang cukup tinggi. Teknologi biofilter aerob dapat dimanfaatkan dalam pengolahan limbah laundry. Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan biofilter antara jenis media sarang tawon terhadap bioball dengan menggunakan variasi waktu. Metode yang digunakan adalah sistem batch yang dimulai dengan proses seeding dan aklimatisasi selama 14 hari. Parameter yang dianalisis adalah parameter BOD, COD, TSS, total fosfat dan pH, Variasi waktu tinggal yang digunakan adalah 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media bioball lebih efektif dalam menurunkan parameter BOD sebesar 88,72%, COD 86%, TS 78,95%S, total fosfat 69,43% dan pH dari 8,7 menjadi 7,7 pada limbah cair laundry. Adapun waktu tinggal yang paling efektif yaitu selama 12 jam. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu tinggal, maka semakin besar zat organik yang didegradasi oleh mikroba semakin besar. Efektifitas bioball ini dimungkinkan karena luas permukaan media yang lebih besar dan bentuk bioball yeng memungkinkan bergerak di reaktor.
POTENSI LIMBAH BAN BEKAS SEBAGAI AGREGAT CAMPURAN BATA BETON (PAVING BLOCK) Dyah Wahyu Wijayanti; Muhammad Daffa Yudhitya Rizqi Ramadhan; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27363

Abstract

Industri ban merupakan salah satu sektor yang terus berkembang di Indonesia sehingga menghasilkan limbah ban bekas dalam jumlah yang semakin meningkat. Ban bekas bersifat non-biodegradable berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola. Salah satu upaya pemanfaatan limbah tersebut adalah sebagai bahan substitusi agregat pada pembuatan bata beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis dan persentase limbah ban bekas terhadap kualitas bata beton serta menilai potensi pemanfaatannya dari aspek lingkungan dan ekonomi. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan limbah ban dalam dan ban luar dengan variasi substitusi sebesar 30%, 40%, dan 50%. Pengujian meliputi kuat tekan, daya serap air, uji kelimpahan dengan parameter timbal (Pb), serta analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan variasi limbah ban dalam sebesar 30% menghasilkan kinerja terbaik kuat tekan sebesar 1,92 MPa, daya serap air sebesar 9,86%, dan kadar Pb hasil uji leaching <0,30 mg/L sehingga masih memenuhi baku mutu yang berlaku. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa penggunaan limbah ban bekas menghasilkan biaya produksi sekitar 4% lebih rendah dibandingkan bata beton konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ban bekas tidak hanya berpotensi mengurangi timbulan limbah dan penggunaan agregat alami, tetapi menambah nilai ekonomi melalui pemanfaatan limbah sebagai material alternatif pada produk konstruksi non-struktural.
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI MAHAKAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ONLINE MONITORING (ONLIMO) PADA STASIUN KLHK 167 KOTA SAMARINDA Rahmahtriananda Faradilla; Febrina Zulya; Khairunnisa Khairunnisa; Ibrahim Ibrahim; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23093

Abstract

Sungai Mahakam mengalami penurunan kapasitas baik dari segi kualitas maupun kuantitas air, sehingga fungsi dan perannya sebagai sumber air bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai menjadi kurang optimal. Untuk menjaga kualitas air sesuai peruntukannya, diperlukan sistem pemantauan yang berkelanjutan dan terintegrasi secara daring.  Penelitian ini bertujuan untuk memantau kualitas air Sungai Mahakam secara berkala serta menentukan status mutunya berdasarkan data dari Stasiun KLHK 167 menggunakan sistem Online Monitoring (ONLIMO). Metode yang digunakan adalah analisis Indeks Pencemaran (IP) dengan parameter Amonia, BOD, COD, DO, TSS, dan TDS. Data dikumpulkan dan dianalisis secara daring melalui sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja secara otomatis dan real-time. Hasil pemantauan selama bulan Oktober 2025 menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Mahakam berada pada kategori cemar sedang selama 14 hari (50%) dan cemar berat selama 2 hari (7,14%) dari total 28 hari pengamatan, sedangkan sisanya tergolong cemar ringan hingga memenuhi baku mutu. Nilai amonia yang tinggi mencapai 11,39% menjadi faktor dominan penyebab pencemaran. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sistem ONLIMO sebagai alat pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan kualitas air secara cepat dan mendukung upaya pengendalian pencemaran di wilayah Sungai Mahakam.