Koperasi Kelurahan Merah Putih memiliki potensi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi pada tahap awal masih menghadapi persoalan berupa belum tersusunnya model usaha multi-gerai, belum adanya prioritas implementasi unit usaha, serta belum lengkapnya perangkat tata kelola operasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi mitra dalam menyusun model bisnis multi-gerai dan memperkuat kesiapan kelembagaan koperasi. Kegiatan dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 17–19 November 2025 dengan melibatkan 28 peserta inti yang terdiri atas pengurus, anggota koperasi, aparatur kelurahan, dan tim pendamping. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan problem solving melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, wawancara semi-terstruktur, lembar kerja Business Model Canvas, serta validasi hasil bersama mitra. Hasil pendampingan menghasilkan enam rancangan Business Model Canvas untuk gerai sembako, apotek, pergudangan/cold storage, kantor/klinik, logistik, dan simpan pinjam. Luaran konkret kegiatan meliputi dokumen model bisnis multi-gerai, matriks prioritas unit usaha, rancangan pembagian tugas pengurus, format pencatatan keuangan sederhana, serta rekomendasi standar operasional prosedur. Hasil validasi menunjukkan bahwa gerai sembako dan gerai simpan pinjam menjadi prioritas awal karena memiliki kebutuhan pasar paling mendesak, risiko operasional lebih terkendali, dan manfaat langsung bagi anggota. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis kebutuhan mitra dapat memperjelas arah usaha koperasi dan meningkatkan kesiapan kelembagaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026