ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
Vol. 6 No. 3 (2026)

EFEKTIVITAS METODE BIN-NADZAR 41 KALI KHATAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QURAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MQ FABIS BEKASI

Khairy Amru (Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Hafidz Hafidz (Universitas Muhammadiyah Surakarta)



Article Info

Publish Date
16 Jun 2026

Abstract

This study examines the implementation and effectiveness of the 41-times bin-nadzar khatam method in improving the quality of Qur'anic memorization among students at MQ FABIS Bekasi. Motivated by the growing phenomenon of tahfidz institutions in Indonesia that tend to emphasize the quantity of memorization rather than quality, consistency, and accuracy of recitation, this research aims to: (1) describe the historical background and implementation mechanism of the 41-times bin-nadzar khatam method; (2) analyze its effectiveness in improving students' memorization quality; and (3) identify supporting and inhibiting factors in its implementation. Employing a qualitative field research approach with descriptive methods, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving the pesantren caretaker and several students. Findings reveal that the method significantly impacts the fluency of recitation, accuracy of tajwid, consistency of memorization, and students' readiness before entering the tahfidz stage. The method also strengthens long-term memorization retention, minimizes major recitation errors (lahn jali), and builds students' discipline and mental endurance. The program's success is further supported by consistent institutional commitment, intensive supervision, flexible learning management, and a conducive boarding environment. Accordingly, the 41-times bin-nadzar khatam method can be considered an innovative tahfidz learning model oriented toward the quality and durability of Qur'anic memorization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan dan efektivitas metode bin-nadzar 41 kali khatam dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran santri di Pondok Pesantren MQ FABIS Bekasi. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya lembaga tahfidz di Indonesia yang cenderung lebih menekankan kuantitas hafalan dibandingkan kualitas, ketepatan bacaan, dan kekuatan hafalan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis field research yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pesantren serta beberapa santri sebagai sumber data utama. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bin-nadzar 41 kali khatam memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, konsistensi hafalan, dan kesiapan santri sebelum memasuki tahap tahfidz. Metode ini juga terbukti memperkuat ketahanan hafalan jangka panjang, meminimalisasi kesalahan bacaan (lahn jali), serta membentuk kedisiplinan dan ketahanan mental santri. Keberhasilan program didukung oleh komitmen kelembagaan yang kuat, sistem pengawasan intensif, fleksibilitas pembelajaran, dan lingkungan pesantren yang kondusif. Dengan demikian, metode bin-nadzar 41 kali khatam dapat dipandang sebagai inovasi metodologi tahfidz yang berorientasi pada kualitas dan kemutqinan hafalan Al-Quran.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

academia

Publisher

Subject

Education Other

Description

ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic ...