Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen citra digital guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada etika visual dan penampilan daring, serta konsistensi nilai antara kelas dan media sosial. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek empat guru PAI di Madrasah Aliyah Darul Falah Gondangwetan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi media sosial, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan: Guru menerapkan manajemen citra digital berorientasi keteladanan melalui penyaringan konten mandiri, integrasi nilai Islam dalam unggahan, dan pengelolaan privasi ketat meski hanya menggunakan satu akun. Praktik ini memunculkan "self-curation ethics" kontekstual sebagai strategi adaptif menjaga profesionalisme digital. Implikasi: Tantangan etis guru PAI tidak hanya terletak pada kepatuhan regulasi eksternal, tetapi kapasitas berkelanjutan menyeimbangkan identitas personal dan tanggung jawab profesional. Orisinalitas: Penelitian ini berkontribusi memperkenalkan konsep self-curation ethics sebagai kerangka baru memahami etika digital guru.
Copyrights © 2026