Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan nyata dalam pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya terkait keterbatasan fasilitas dan sarana belajar khusus. Dalam sudut pandang Islam, kondisi ini menjadi momentum untuk mewujudkan keadilan pendidikan yang menghargai keunikan fitrah setiap manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru dalam menyiasati keterbatasan fasilitas sekolah serta mendalami strategi pembelajaran adaptif berbasis nilai keagamaan di SLB Negeri Ungaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif melalui wawancara mendalam bersama guru kelas VII C1-B dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengatasi kekurangan alat peraga dengan memanfaatkan kreativitas mandiri, seperti memodifikasi bahan daur ulang menjadi media belajar konkret manipulatif. Pengajaran yang disesuaikan dengan kemampuan individu diwujudkan melalui Program Pembelajaran Individual (PPI) yang fleksibel, di mana guru mengelola 6 hingga 7 target belajar yang berbeda demi mengutamakan kemandirian fungsional murid di atas nilai akademik kuantitatif yang kaku. Selain itu, penerapan nilai keagamaan seperti sabar dan ikhlas menjadi kunci utama yang menjaga resiliensi mental guru saat menghadapi dinamika emosional murid. Tantangan keragaman murid ini akhirnya dapat diatasi secara efektif melalui kerja sama yang erat dengan orang tua melalui grup WhatsApp untuk melanjutkan intervensi yang sama di rumah.
Copyrights © 2026