Abstrak Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu tren disrupsi terbesar dalam dunia pendidikan dasar, termasuk pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis semangat dan proses adaptasi guru MI terhadap teknologi AI dalam mendukung pembelajaran anak usia sekolah dasar, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada tiga MI di Bondowoso , melibatkan 24 guru kelas sebagai partisipan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan kuesioner pendamping. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki semangat adaptasi yang tinggi terhadap AI, tercermin dari peningkatan rata-rata kesiapan pada lima indikator utama setelah mengikuti pendampingan, namun penerapannya masih terbatas pada fungsi administratif dan pencarian materi ajar dibanding integrasi pedagogis yang mendalam. Faktor pendukung utama meliputi pelatihan berkelanjutan, dukungan kepala madrasah, dan komunitas belajar guru, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan infrastruktur digital, beban kerja administratif, dan kekhawatiran terhadap orisinalitas penilaian. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka adaptasi teknologi guru MI berbasis pendampingan kolaboratif dan merekomendasikan kebijakan peningkatan literasi AI yang berkelanjutan bagi pendidik di jenjang sekolah dasar.
Copyrights © 2026