Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) merupakan instrumen sentral dalam menjamin mutu pembelajaran di perguruan tinggi. Namun demikian, terdapat kesenjangan signifikan antara kualitas dokumen RPS yang disusun secara formal oleh dosen dan implementasi aktualnya di dalam kelas. Penelitian ini mengkaji secara mendalam fenomena gap tersebut melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pada dosen-dosen di tiga prodi. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas dosen mampu menyusun RPS yang memenuhi standar format administratif, namun mengalami kesulitan dalam menerjemahkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ke dalam aktivitas pembelajaran yang terukur. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi lemahnya pemahaman konstruktive alignment, rendahnya keterlibatan dosen dalam penyusunan CPL institusional, serta absennya mekanisme evaluasi implementasi yang sistematis. Penelitian ini menawarkan model pendampingan berbasis komunitas praktik sebagai solusi inovatif.
Copyrights © 2026