Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya dekadensi adab digital di kalangan siswa pada era siber. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk penyimpangan moral digital, faktor penyebabnya, serta merekonstruksi etika profesi keguruan sebagai solusi konseptual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Subjek penelitian ini berfokus pada teks dan dokumen ilmiah seputar etika keguruan dan moralitas digital siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menelusuri basis data digital menggunakan kata kunci spesifik. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis isi kritis (critical content analysis). Melalui seleksi sistematis, diperoleh kualifikasi sebanyak 15 artikel final yang dinilai representatif untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial tanpa kecakapan literasi memicu penurunan kesantunan, perundungan siber, dan pengikisan rasa hormat terhadap guru akibat paparan konten negatif serta pergeseran figur keteladanan. Kesimpulannya, penguatan karakter siswa memerlukan rekonstruksi paradigma menuju Etika Profesi Digital Guru (Digital Professional Ethics for Teachers). Rekomendasi penelitian ini mendorong guru bertransformasi menjadi fasilitator etika digital (digital ethics facilitator) yang aktif memediasi perilaku virtual siswa melalui kolaborasi sinergis bersama orang tua.
Copyrights © 2026