Transformasi digital di sektor pendidikan sering menghadapi tantangan kesenjangan infrastruktur dan resistensi budaya, yang menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak cukup menjamin mutu pendidikan tanpa kepemimpinan adaptif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik, menganalisis tantangan sistemik, dan merumuskan model integratif kepemimpinan visioner dalam transformasi digital pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui alur PRISMA terhadap 17 artikel jurnal terpilih. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran paradigma menuju "Humanisme Digital", di mana pemimpin bertindak sebagai penentu arah yang merekonstruksi budaya kerja pendidik, bukan sekadar berfokus pada infrastruktur fisik. Efektivitas visi kepemimpinan terbukti dimediasi secara kuat oleh program upskilling pendidik dan iklim organisasi. Kontribusi spesifik penelitian ini terletak pada perumusan model kepemimpinan integratif yang menyeimbangkan visi berbasis data, orkestrasi sumber daya, dan kebijakan berbasis kepercayaan (trust-based policy). Kesimpulannya, transformasi digital yang berkelanjutan menuntut keselarasan strategis antara kelincahan inovasi teknologi dan ketegasan kebijakan, dengan tetap mempertahankan nilai kemanusiaan guna mencegah dehumanisasi digital.
Copyrights © 2026