Kemampuan sains merupakan aspek perkembangan kognitif krusial yang harus dikembangkan sejak dini melalui pengalaman langsung. Namun, pembelajaran di TK masih berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga kemampuan sains anak belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kegiatan eksperimen berbasis inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap kemampuan sains anak di TK Buah Hati Balang Punia. Menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang diterapkan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 30 anak usia 5–6 tahun, terbagi atas kelompok eksperimen (15 anak) dan kelompok kontrol (15 anak). Data dikumpulkan melalui observasi, tes, serta dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Wilcoxon berbantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen sebesar 29,33, lebih tinggi dari kelompok kontrol sebesar 14,20. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai signifikansi 0,001 (< 0,05), membuktikan adanya pengaruh signifikan dari perlakuan tersebut. Kesimpulannya, kegiatan eksperimen berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam mengamati, mengklasifikasikan, memprediksi, dan mengomunikasikan hasil percobaan.
Copyrights © 2026