Penelitian ini untuk mengetahui tingkat harga diri dan keterbukaan diri siswa serta mengetahui hubungan antara harga diri dan keterbukaan diri dalam pelaksanaan layanan BK di SMPN 10 Banjarmasin. Pendekatan menggunakan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik penarikan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Subjek penelitian berjumlah 104 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket yang terdiri dari angket variabel harga diri dan keterbukaan diri. Uji korelasi Pearson Product Moment untuk teknik analisis data. Hasil penelitian pada tingkat harga diri siswa termasuk kategori tinggi dengan persentase sebesar 53% sedangkan tingkat keterbukaan siswa dalam pelaksanaan layanan BK termasuk ke dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 49%. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi r = 0,539 yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan kategori sedang antara harga diri dan keterbukaan diri. Hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi harga diri siswa maka semakin tinggi keterbukaan diri siswa dalam pelaksanaan layanan BK. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru BK perlu mengaplikasikan strategi layanan yang dapat meningkatkan harga diri siswa dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling.
Copyrights © 2026