Hasil observasi menunjukkan sejumlah siswa belum tuntas membaca permulaan, kurang mampu membaca secara lancar dan kurang mampu membedakan bentuk huruf. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode global berbasis multisensorik dan menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain tes awal-akhir satu kelompok (one group pretest–posttest design) berupa tes kemampuan membaca permulaan yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 17 siswa kelas I sekolah dasar dengan teknik sampling jenuh berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikansi masing-masing pretest–posttest sebesar 0,000 dan 0,001 sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan membaca permulaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65,53 menjadi 93,35 dengan peningkatan sebesar 27,82 poin. Siswa menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan membedakan huruf yang sebelumnya sering tertukar.
Copyrights © 2026