Kemampuan literasi naratif merupakan bagian penting dari literasi baca tulis siswa sekolah dasar, namun masih tergolong rendah terutama dalam memahami struktur teks dan menyusun kembali cerita secara runtut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan media story mapping manual dan story mapping digital terhadap kemampuan literasi naratif siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif dan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas V-A sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media story mapping digital dan kelas V-C sebagai kelas kontrol yang menggunakan media story mapping manual, masing-masing berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest berbentuk uraian. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana nilai rata-rata posttest siswa yang menggunakan media digital lebih tinggi dibandingkan dengan media manual. Oleh karena itu, disarankan guru menggunakan media pembelajaran digital sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan literasi naratif siswa
Copyrights © 2026