Latar Belakang: Perundungan menjadi satu kasus yang masih terus berlanjut bahkan dalam jumlah yang terus meningkat. Bentuknya pun tidak hanya secara fisik, seperti pukulan atau pun penganiayaan. Perundungan juga terjadi dalam bentuk tidak langsung berupa penggunaan bahasa atau verbal. Kasus kekerasan verbal, tanpa disadari, bahkan masuk ke ranah pendidikan di lingkungan sekolah terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan: Untuk mengenalkan kaidah kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif pencegahan perundungan verbal Metode: Metode yang diterapkan berupa sosialisasi partisipatif melalui kegiatan brainstroming berbasis kasus, ceramah, dan diskusi. Efektivitas program dievaluasi menggunakan desain pretest dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Berdasarkan hasil analisis pretest dan post-test, tingkat pemahaman peserta mengenai kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif pencegahan perundungan verbal menunjukan hasil yang sangat baik. Nilai rerta peserta meningkat dari 74,5 pada pretest menjadi 98,0 pada post-test. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif karena pemahaman peserta meningkat khususnya pada poin peran guru, komunikasi santun di kelas, dan kritik konstruktif.
Copyrights © 2026