Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Kaidah Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Sekolah: Upaya Preventif Perundungan Verbal bagi Guru Lintas Jenjang di Kota Semarang Mukhlis Mukhlis; Joko Siswanto; Rawinda Fitrotul Mualafina; Siti Ulfiyani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Desember 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v6i1.305

Abstract

Latar Belakang: Perundungan menjadi satu kasus yang masih terus berlanjut bahkan dalam jumlah yang terus meningkat. Bentuknya pun tidak hanya secara fisik, seperti pukulan atau pun penganiayaan. Perundungan juga terjadi dalam bentuk tidak langsung berupa penggunaan bahasa atau verbal. Kasus kekerasan verbal, tanpa disadari, bahkan masuk ke ranah pendidikan di lingkungan sekolah terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan: Untuk mengenalkan kaidah kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif pencegahan perundungan verbal Metode: Metode yang diterapkan berupa sosialisasi partisipatif melalui kegiatan brainstroming berbasis kasus, ceramah, dan diskusi. Efektivitas program dievaluasi menggunakan desain pretest dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Berdasarkan hasil analisis pretest dan post-test, tingkat pemahaman peserta  mengenai kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif pencegahan perundungan verbal menunjukan hasil yang sangat baik. Nilai rerta peserta meningkat dari  74,5 pada pretest menjadi 98,0 pada post-test.  Kesimpulan: Kegiatan ini efektif karena pemahaman peserta meningkat khususnya pada poin peran guru, komunikasi santun di kelas, dan kritik konstruktif.
PENGUATAN KOMPETENSI BAHASA INDONESIA AKADEMIK BAGI SISWA SMP PGRI 5 SEMARANG Raden Yusuf Sidiq Budiawan; Mukhlis Mukhlis; Sunarya Sunarya; Rawinda Fitrotul Mualafina; Siti Ulfiyani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

SMP PGRI 5 Semarang memiliki visi yang salah satu tujuannya adalah memfokuskan terwujudnya siswa yang mampu mengkreasikan idenya secara tertulis. Kondisi yang masih menjadi tantangan atas visi dengan tujuan tersebut adalah bahwa dominasi penggunaan bahasa oleh siswanya adalah penggunaan pada media sosial yang sebagian besar bahasanya berupa bahasa gaul. Dengan demikian, siswa belum menggunakan ragam bahasa yang tepat dalam komunikasi akademik secara optimal, misalnya menggunaan ragam informal dalam tugas akademik. Tantangan lainnya adalah bahwa siswa secara kontinuan belum memperoleh pembiasaan dan pendampingan penggunaan bahasa akademik yang bersifat sistematis sehingga kemampuan bahasa siswa menjadi kurang mendalam dan cenderung dangkal. Dampaiknya, kesempatan mereka mengenal penggunaan bahasa yang formal menjadi sedikit dan menimbulkan kesan kaku dan tidak lazim. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dirumuskan serangkaian solusi yang dapat membantu siswa menguatkan kompetensi bahasa Indonesia akademiknya, baik secara lisan maupun tulis. Solusi yang ditawarkan di antaranya sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi. Keempat metode tersebut diplih untuk digunakan dengan harapan dapat menignkatkan kompetensi bahasa Indonesia siswa, baik secara lisan maupun tulis. Keempatnya berorientasi pada perubahan dan peningkatan nyata atas kemampuan bahasa siswa. Kegiatan pengabdian efektif dilaksanakan dengan indikator peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest yang dikerjakan peserta pada awal dan akhir kegiatan. Nilai rata-rata peserta yang semula 74,79 pada saat pretest meningkat menjadi 94,62 pada posttest, atau bertambah sebesar 19,83 poin (26,51%). Peningkatan ini mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan dan pelatihan yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini mampu membantu peserta memahami etika komunikasi akademik dan kaidah kebahasaan sebagai bagian penting dari kompetensi komunikasi akademik.