Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan erat dengan keberadaan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi nyamuk dan dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian vektor yang lebih aman dan berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioinsektisida ekstrak daun dan akar gulma Imperata cylindrica, Saccharum spontaneum, dan Andropogon aciculatus terhadap kematian nyamuk dewasa Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan rancangan post-test only control group design. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif dan konsentrasi ekstrak 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm dengan pengamatan kematian nyamuk pada 24 jam dan 48 jam. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji Probit untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan ekstrak daun dan akar gulma memiliki nilai p value < 0,05 pada pengamatan 24 jam dan 48 jam, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata kematian nyamuk antar konsentrasi. Pada pengamatan 48 jam, kematian tertinggi ditemukan pada ekstrak daun S. spontaneum konsentrasi 1000 ppm sebesar 83,3%, diikuti ekstrak daun I. cylindrica sebesar 73,3%, dan ekstrak akar I. cylindrica sebesar 63,3%. Nilai LC50 terendah ditemukan pada ekstrak daun S. spontaneum sebesar 12,5083 ppm dan ekstrak akar I. cylindrica sebesar 14,3449 ppm. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun S. spontaneum dan akar I. cylindrica merupakan bioinsektisida gulma yang paling potensial terhadap kematian nyamuk dewasa Aedes aegypti. Dalam perspektif kesehatan masyarakat, bioinsektisida gulma dapat dikembangkan sebagai alternatif pengendalian vektor DBD yang murah, ramah lingkungan, dan berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026