Heru Listiono
Universitas Anak Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Bioinsektisida Gulma terhadap Aedes aegypti dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat Heru Listiono; Ferly Oktriyedi
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v7i1.7699

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan erat dengan keberadaan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi nyamuk dan dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian vektor yang lebih aman dan berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioinsektisida ekstrak daun dan akar gulma Imperata cylindrica, Saccharum spontaneum, dan Andropogon aciculatus terhadap kematian nyamuk dewasa Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan rancangan post-test only control group design. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif dan konsentrasi ekstrak 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm dengan pengamatan kematian nyamuk pada 24 jam dan 48 jam. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji Probit untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan ekstrak daun dan akar gulma memiliki nilai p value < 0,05 pada pengamatan 24 jam dan 48 jam, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata kematian nyamuk antar konsentrasi. Pada pengamatan 48 jam, kematian tertinggi ditemukan pada ekstrak daun S. spontaneum konsentrasi 1000 ppm sebesar 83,3%, diikuti ekstrak daun I. cylindrica sebesar 73,3%, dan ekstrak akar I. cylindrica sebesar 63,3%. Nilai LC50 terendah ditemukan pada ekstrak daun S. spontaneum sebesar 12,5083 ppm dan ekstrak akar I. cylindrica sebesar 14,3449 ppm. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun S. spontaneum dan akar I. cylindrica merupakan bioinsektisida gulma yang paling potensial terhadap kematian nyamuk dewasa Aedes aegypti. Dalam perspektif kesehatan masyarakat, bioinsektisida gulma dapat dikembangkan sebagai alternatif pengendalian vektor DBD yang murah, ramah lingkungan, dan berbasis potensi lokal.
Pengaruh Implementasi Model Supervisi Kolaboratif Manajer Keperawatan Dan IPCN Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Pencegahan HAI’s Linda Anggeriani; Dedek Sutinbuk; Heru Listiono; Taufik Kurrohman; Suherman Suherman; Arsul Sani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60694

Abstract

Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan masalah penting yang memengaruhi mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Kepatuhan perawat terhadap standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) menjadi faktor utama dalam menurunkan kejadian HAIs. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi model supervisi kolaboratif antara manajer keperawatan dan Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) terhadap kepatuhan perawat di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 76 perawat yang dipilih menggunakan total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, 53,9% perawat berada pada kategori tidak patuh, sedangkan setelah implementasi model supervisi kolaboratif, 96,1% perawat menjadi patuh. Hasil uji menunjukkan nilai Z = -6,164 dengan p-value = 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa model supervisi kolaboratif manajer keperawatan dan IPCN efektif meningkatkan kepatuhan perawat terhadap standar PPI sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan dan pencegahan HAIs di rumah sakit. Kata Kunci: HAIs, kepatuhan perawat, model supervisi kolaboratif, manajer keperawatan, IPCN, PPI.