MEMACE
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing is an journal containing research articles in several fields, namely: (1) teaching Indonesian language and local, regional and foreign languages; (2) Indonesian, regional and foreign linguistics; and (3) Indonesian, regional and foreign literature. MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing can be reserved for researchers, academics, professionals, practitioners, and students to deliver the results of his research in the form of research articles.
Articles
30 Documents
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH
Putra, Agus Darma
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i1.644
Dalam proses belajar mengajar setiap guru memiliki problematika tertentu yang menjadi penghambat dalam pembelajaran di kelas. Terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia, guru mengalami beberapa masalah dalam pengembangan bahan ajar, seperti: ketidaksesuaian buku panduan, materi pembelajaran, dan media pembelajaran dengan buku teks siswa dan kondisi di kelas. Sedangkan problematika guru dalam metode pembelajaran, seperti: ketidaksesuaian metode dengan kondisi di kelas, dan penggunaan satu metode pembelajaran yang sering terjadi disetiap sekolah. Problematika tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya hambatan dalam proses belajar mengajar khusunya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan problematika yang dialami oleh guru dan siswa di sekolah dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
ASPEK SOSIOLOGIS DALAM CERITA RAKYAT PUTRI DENDA MANDALIKA KARYA S.S.T WISNU SASANGKA
Basri, Hasan;
Ahmadi, Alpan
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i1.658
Bentuk sastra lisan bermacam-macam, salah satunya adalah cerita rakyat. Cerita rakyat bagian dari sastra lisan yang pernah ada dan menjadi jati diri sekelompok masyarakat. Cerita Rakyat Putri Mandalika merupakan cerita rakyat yang dibukukan oleh S.S.T Wisnu Sasangka. Cerita rakyat ini sendiri menceritakan tentang kisah seorang putri kerajaan yang cantik, anggun dan berbudi luhur bernama Putri Denda Mandalika. Kecantikan dan budi luhur Putri Denda Mandalika membuat para Raja dan Pangeran dari seluruh pelosok ingin meminangnya untuk dijadikan sebagai permaisuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai sosial dalam cerita Putri Denda Mandalika versi S.S.T Wisnu Sasangka. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif yang menggunakan metode analisis deksriptif. Data yang terkumpul dianalisis, diidentifikasi, diklasifikasi, dan dideskripsikan. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku cerita Putri Denda Mandalika versi S.S.T Wisnu Sasangka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan yakni teknik yang menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai didaktis dalam cerita rakyat Putri Denda Mandalika versi S.S.T Wisnu Sasangka. Adapun nilai-nilai didaktis yang ditemukan yakni salah satunya nilai social . Dalam penelitian ini ditemukan aspek sosial yang berupa nilai tolong menolong. Hal ini tergambar dari sikap yang ditunjukkan oleh tokoh Maspahit, Wiku Beganda, dan Putri Mandalika.
ANALISIS AMANAT DAN UNSUR INTRINSIK PUISI "KEPADA PEMINTA MINTA" KARYA CHAIRIL ANWAR
Hendri, Hendri;
Ahmadi, Alpan
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i1.659
Karya sastra sebagai kajian dari stilistik yang menggunakan gaya bahasa sastra sebagai media untuk menemukan nilai estetisnya. Amanat adalah pesan yang terdapat dalam karya sastra.Oleh karna itu, tujuan analisis puisi ini adalah mengetahui amanat dan unsur intrinsik pada puisi Kepada Peminta-Minta karya Chairil Anwar. Chairil Anwar yang kritis dalam menampilkan gambaran yang sesungguhnya tentang kehidupan rakyat miskin atau kaum melarat. Hal ini mampu menyampaikan pesan secara tidak langsung kepada pembaca,bagaimana sikap dan perilaku yang seharusnya dilakukan. Berdasarkan hasil analisis terhadap puisi Kepada Peminta-Minta karya Chairil Anwar yang menonjolkan berbagai aspek pembentukan kata yang kuat dan tak terduga. Kemudian dari aspek batin, bagaimana Chairil Anwar yang memiliki sikap ekspresionisme memberikan sajian puisi yang ekspresif. Puisi ini juga menunjukkan sikap sosial dan kenyataan yang terjadi
ANALISIS RELASI MAKNA ADJEKTIVA BAHASA SASAK DIALEK NGETO-NGETE(A-A) DI DESA TEBABAN
Prawangsa, Ye’Aji;
Mursidin, Qodri
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i1.661
Penelitian dalam bahasa daerah perlu dilakukan,agar peran dan fungsi bahasa daerah dapat di pertahankan. Analisis relasi makna adjektiva dalam bahasa daerah merupakan bentuk pelestarian bahasa daerah,tujuan dari analisis ini untuk melestarikan dan memperkenalkan bahasa daerah dan mengetahui relasi maknanya.Relasi makna adjektiva sinonim dalam bahasa sasak dialek ngeto-ngete yang dijadikan fokus penelitian. Bahasa sasak memiliki banyak dialek diantaranya, dialek ngeno-ngene, dialek meno-mene, dialek ngeto-ngete dan dialek meriak-meriku. Namun penelitian ini akan di fokuskan pada dialek ngeto-ngete, alasan peneliti memilih dialek ini karna peneliti ingin melestarikan bahasa sasak dengan dialek ngeto-ngete. Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Metode di gunakan untuk menggambarkan keaadan di masyarakat desa Tebaban yang menggunakan bahasa Sasak dialek ‘ngeto-ngete’ sesuai dengan keadaan yang ada atau sesuai fakta yang ada. Hasil yang di dapatkan dalam penelitian ini yaitu; (1) sinonim dalam bahsa sasak dialek ngeto-ngete yang digunakan masyarakat desa Tebaban diperoleh kata inges sinonimnya tao dan ceket, belek sinonimnya gantar, lenge sinonimnya yakku. (2) Antonim dalam bahasa sasak dialek ngeto-ngete yang digunakan masyarakat desa Tebaban kata yang diperoleh; luik antonimnya ahkedik,berat antonimnya deang, inges antonimnya lenge, mahal antonimnya mudak.
MAKNA DIFERENSIAL DALAM PERCAKAPAN BAHASA SASAK DI DESA MONTONG BETOK
Murtafi'ah, Wahidatul
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i1.663
Masyarakat Sasak Desa Montong Betok mengenal adanya makna diferensial dalam percakapan mereka sehari-hari. Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam segala bentuk aktivitas yang dilakukan manusia, baik secara individu maupun dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial. Segala macam aktivitas yang dilakukan oleh manusia senantiasa dilakukan dengan menggunakan bahasa. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bahasa merupakan salah satu alat yang sangat vital dalam kehidupan khususnya dalam melangsungkan komunikasi dan interaksi dengan sesama manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak teknik dilanjutkan dengan teknik libat cakap dan catat. Dalam metode pengumpulan data ini juga menggunakan teknik cakap pancing. Metode analisis data adalah metode bagaimana menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Pada masyarakat Desa Montong Betok mengenal adanya makna diferensial dalam percakapan mereka sehari-hari. Diferensial memiliki bentuk lingual yaitu berbentuk konteks percakapan. Penggunaan diferensial dalam masyarakat Sasak di Desa Montong Betok dipengaruhi oleh intonasi atau cara pengucapan pembicara. Diferensial yang terdapat dalam konteks percakapan, memiliki makna yaitu makna tindak lokusi, ilokusi dan perlokusi
ANALISIS RELASI MAKNA ADJETIVA DALAM MENGGUNAKAN DIALEK MENO-MENE DI DESA LEPAK
Mislihatin, Mislihatin;
Wahidah, Baiq Yulia Kurnia
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i1.664
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan penjelasan tentang (1) Relasi Makna Adjektiva Sinonim dalam Dialek Meno-mene di desa Lepak dan (2) Relasi Makna Adjektiva Antonim dalam Dialek Meno-mene di desa Lepak .Data yang di proleh berasal dari informasi yaitu masyarakat yang ada di Kecamatan Sakra Timur yang menggunakan dialek Meno-mene di Kecamatan Sakra Timur yang di gunakan sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi. Lokasi penelitian untuk mendapatkan data tersebut adalah desa lepak, rumah-rumah warga, warung, dll. Setelah dilakukan analisis data, diproleh hasil cukup banyak kata yang memiliki relasi atau keterkaitan dengan makna di dalam bahasa Dialek Meno-mene di desa Lepak.
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM VIDEO YOUTUBE HAMADA STORY
Augustina, Rizka
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 2 (2023): MEMACE, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i2.912
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi alih kode dan campur kode yang terdapat dalam konten video Hamada Story. Berdasarkan penelitian terhadap salah satu video pada kanal Youtube Hamada Story, ditemukan peristiwa alih kode dan campur kode yang melibatkan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Alih kode yang ditemukan merupakan alih kode ekstern. Campur kode yang diperoleh adalah campur kode kata, frasa, dan kalimat. Data alih kode dan campur kode yang diperoleh berjumlah 23 data, yakni 6 data alih kode ekstern, sedangkan campur kode terdiri atas 9 data pada campur kode kata, 7 data pada campur kode frasa, dan 1 data pada campur kode kalimat.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENULIS KATA BAKU DAN TIDAK BAKU PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Maryaningsih, Ririn
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 2 (2023): MEMACE, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i2.947
Tujuan dari studi pendahuluan ini untuk mengetahui seberapa besar pemahahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menulis kata Baku dan tidak Baku kelas VII Smp Negeri 21 Mataram di kecamatan Sekarbele Kota Mataram. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Teknik analisis Kualitatif secara deskriptif. Penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan pengambilan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Dan hasil observasi menunjukan bahwa terdapat 3 siswa yang kategori cukup dan 2 siswa yang kategori kurang mampu membedakan kata baku da tidak baku. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 1 siswa yang tingkat pemahaman siswa tergolong masih sangat kurang
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO PEMBUKAAN PRESIDEN JOKO WIDODO PADA KTT G20 BALI
Ardhan, Dhea
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 2 (2023): MEMACE, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i2.1010
Pidato merupakan suatu bentuk komunikasi yang memiliki tujuan-tujuan tertentu. Salah satunya adalah untuk memberikan pengaruh kepada audiens atau pendengarnya. Dalam pidato pembukaan KTT G20 Bali yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, terdapat tindak tutur tertentu yang digunakan untuk berkomunikasi dengan audiensnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam pidato Presiden Joko Widodo ketika membuka rangkaian acara KTT G20 di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa studi kasus (case study) dengan objek penelitian transkrip pidato pembukaan KTT G20 Bali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua tipe tindak tutur ilokusi ditemukan dalam pidato pembukaan Presiden Joko Widodo pada KTT G20 Bali, yaitu tindak tutur ilokusi direktif, asertif, deklaratif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur ilokusi direktif menjadi tipe yang muncul paling sering, yaitu 8 (delapan) kali.
ANALISIS GAYA BAHASA, CITRAAN DAN SAJAK DALAM LIRIK LAGU SENJA TEDUH PELITA KARYA MALIQ DAN D’ESSENTIALS: KAJIAN STILISTIKA
Putri, Marta Diniyah;
Banowati, Rindy Tri;
Fahrudin, Saleh
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 2 (2023): MEMACE, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/memace.v1i2.1078
Latar belakang dalam penelitian ini adalah ketertarikan peneliti dalam mengamati lirik lagu yang mengandung gaya bahasa, citraan serta sajak yang beragam sehingga memberikan rasa yang indah kepada pendengar lagu tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis terkait gayaa Bahasa, citraan serta sajak yang digunakan Maliq dan D’Essentials dalam menciptakan lagu Senja Teduh Pelita . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan teknik simak dan teknik catat. Datadata yang telah dipeoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriftif yang meliputi Langkah-langkah menyiimak lirik lagu tersebut, mencatat data yang telah dipeoleh menggunakan instrument, klasifikasi data, mendeksripsikan data sesuai dengan klasifikasi yang sudah dibuat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam lirik lagu Senja Teduh Pelita terdapat Majas Personifikasi, Majas Hiperola,Majas Alegori, Citraan Visual, Sajak Berpasangan, Sajak Sempurna dan Sajak Tidak sempurna.