Kesejahteraan guru masih menjadi permasalahan penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian guru, khususnya guru honorer, masih menerima penghasilan yang belum mampu memenuhi kebutuhan hidup secara memadai. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi motivasi kerja dan kualitas kinerja mengajar yang pada akhirnya berdampak pada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman guru terkait kesejahteraan serta dampaknya terhadap motivasi dan kinerja mengajar di MTs Al-Wutsqo Kota Depok. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dengan berbagai status kepegawaian, meliputi guru yayasan dan guru honorer. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan guru masih berada pada kategori belum memadai, terutama bagi guru honorer yang memperoleh pendapatan di bawah kebutuhan hidup layak dan belum sepenuhnya mendapatkan jaminan sosial yang memadai. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tiga aspek kesejahteraan yang paling memengaruhi motivasi dan kinerja guru, yaitu kecukupan penghasilan, lingkungan kerja yang mendukung, dan kepastian jaminan sosial. Bagi guru honorer, penghasilan menjadi faktor dominan yang memengaruhi semangat kerja, fokus mengajar, dan kesiapan pembelajaran. Sementara itu, bagi guru yayasan, dukungan lingkungan kerja, hubungan antar rekan, serta penghargaan dari pimpinan menjadi faktor penting dalam mempertahankan motivasi kerja. Rendahnya kesejahteraan berdampak pada terbatasnya persiapan pembelajaran, berkurangnya variasi metode mengajar, serta meningkatnya kebutuhan mencari pekerjaan tambahan di luar sekolah. Meskipun demikian, sebagian guru tetap menunjukkan kinerja yang baik melalui komitmen profesional, kedisiplinan, tanggung jawab moral sebagai pendidik, dan motivasi intrinsik yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja mengajar, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru guna mendukung kualitas pendidikan yang berkelanjutan
Copyrights © 2026