Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Kegiatan Masyarakat Budaya Lokal dan Lembaga dalam Pendidikan Toleransi Jazuli Mukhtar; Yunus Yunus; Ichwan Nugroho
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 16, No. 1, Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v0i0.2676

Abstract

The research explains the form of local wisdom of Bugis culture as a cultural value that characterizes the Palopo people. The local wisdom developed in Palopo City is in line with the pluralistic Palopo culture developing in Indonesia. Palopo people has local wisdom values such as humanizing. These values are always preserved so that they become the glue of religious harmony in Palopo City. The type of this research is ethnography. The research findings show that knowledge and understanding of the cultural traditions of society that contain pluralism allow students to suspend suspicion or even wholly disappear negative things that students have understood about other religions. The concept of pluralism is seen from implementing the cultural philosophy in Palopo, namely Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakaingge. Two universities, IAIN Palopo and Andi Djemma University practice the local wisdom values. The results shows that personally, students who were actively involved in the implementation of local wisdom education felt that they had experienced significant changes. In the aspect of faith, they are increasingly convinced of their religion while still providing adequate space for a good and correct assessment of the truth of the teachings of other religious and cultural beliefs.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP TURN OVER PADA HOKA- HOKA BENTO CABANG BSD SQUARE TANGERANG Jazuli Mukhtar; Amirudin Amirudin; Ichwan Nugroho
RJABM (Research Journal of Accounting and Business Management) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/rjabm.v10i1.9272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pengaruh Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Turn Over Pada Hoka- Hoka Bento Cabang Bsd Square Tangerang. Metode dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan dari variabel Pengaruh Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Turn Over Pada Hoka- Hoka Bento Cabang Bsd Square Tangerang Jumlah responden adalah 33 karyawan Cabang Bsd Square Tangerang yang dijadikan sampel penelitian. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Structural EquationModeling (SEM) dan menggunakan bantuan perangkat lunak yaitu Partial Least Square (PLS) atau SmartPLS. Analisis data dan pemodelan persamaan structural dengan menggunakan software SmartPLS. Berdasarkan hasil analisis data, nilai original sample estimete K adalah sebesar 0,289 dengan signifikansi dibawah 5% yang ditunjukkan dengan nilai t- statistik 2,726 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,962. dan Motivasi berpengaruh positif terhadap Turn Over (TO). Hasil pengujian dapat dilihat dari tabel 4.6 di atas, TO memperoleh nilai original sample estimate sebesar 0,4305 dengan nilai t-statistik 3,754 > 1,962. nilai original sample estimate sebesar 0,354 dengan nilai t-statistik 2,351 > 1,962 t-tabel yang berarti variabel keduanya berpengaruh positif sebesar 23,51% terhadap Turn Over.Kata Kunci: Gaya Kepemimpian, Motivasi, dan Turn OverĀ 
Dampak Kesejahteraan Terhadap Motivasi dan Kinerja Mengajar Guru di MTs Al-Wutsqo Kota Depok Fifi Julfiati; Ichwan Nugroho
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7479

Abstract

Kesejahteraan guru masih menjadi permasalahan penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian guru, khususnya guru honorer, masih menerima penghasilan yang belum mampu memenuhi kebutuhan hidup secara memadai. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi motivasi kerja dan kualitas kinerja mengajar yang pada akhirnya berdampak pada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman guru terkait kesejahteraan serta dampaknya terhadap motivasi dan kinerja mengajar di MTs Al-Wutsqo Kota Depok. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dengan berbagai status kepegawaian, meliputi guru yayasan dan guru honorer. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan guru masih berada pada kategori belum memadai, terutama bagi guru honorer yang memperoleh pendapatan di bawah kebutuhan hidup layak dan belum sepenuhnya mendapatkan jaminan sosial yang memadai. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tiga aspek kesejahteraan yang paling memengaruhi motivasi dan kinerja guru, yaitu kecukupan penghasilan, lingkungan kerja yang mendukung, dan kepastian jaminan sosial. Bagi guru honorer, penghasilan menjadi faktor dominan yang memengaruhi semangat kerja, fokus mengajar, dan kesiapan pembelajaran. Sementara itu, bagi guru yayasan, dukungan lingkungan kerja, hubungan antar rekan, serta penghargaan dari pimpinan menjadi faktor penting dalam mempertahankan motivasi kerja. Rendahnya kesejahteraan berdampak pada terbatasnya persiapan pembelajaran, berkurangnya variasi metode mengajar, serta meningkatnya kebutuhan mencari pekerjaan tambahan di luar sekolah. Meskipun demikian, sebagian guru tetap menunjukkan kinerja yang baik melalui komitmen profesional, kedisiplinan, tanggung jawab moral sebagai pendidik, dan motivasi intrinsik yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja mengajar, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru guna mendukung kualitas pendidikan yang berkelanjutan