Sistem pengapian merupakan salah satu komponen kritis yang menentukan performa starting engine pada mesin pembakaran dalam. Koil pengapian berfungsi sebagai transformator tegangan yang mengubah tegangan baterai rendah (12 Volt) menjadi tegangan tinggi (15.000–40.000 Volt) yang diperlukan untuk memantik loncatan bunga api pada celah elektroda busi. Kualitas percikan ini secara fundamental ditentukan oleh spesifikasi resistansi kumparan primer dan sekunder koil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis koil pengapian terhadap kemampuan starting engine sepeda motor Kawasaki KLX 150. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan menguji tiga varian koil, yaitu Koil Racing TDR, Koil Standar KLX 150, dan Koil Supra X 125, dalam kondisi lapangan yang terkontrol dengan sepuluh kali pengulangan per koil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koil Racing TDR menghasilkan waktu penyalaan tercepat sebesar 1,15 detik, dengan tegangan output sekunder 30.000–40.000 Volt dan tahanan primer hanya 0,1–0,3 Ohm. Koil Standar KLX 150 mencatat waktu starting 1,67 detik dengan stabilitas performa optimal untuk penggunaan harian. Koil Supra X 125 menghasilkan starting time paling lambat yaitu 2,35 detik akibat ketidakcocokan tahanan primer sekitar 2,5 Ohm. Disimpulkan bahwa spesifikasi tahanan koil secara langsung dan signifikan mempengaruhi performa starting engine
Copyrights © 2026