Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan Filter Udara Standar dan Racing terhadap Volume Kevakuman Udara Masuk pada Mobil Toyota Calya Riyan Sopian; Yusep Sukrawan; Gilang Ciptadi Mahatkarsa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7269

Abstract

Performa filter udara sangat mempengaruhi efisiensi mesin dengan mengendalikan volume dan kualitas udara yang masuk ke ruang bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan volume kevakuman udara masuk antara filter udara standar dan filter udara racing (aftermarket) yang dipasang pada kendaraan Toyota Calya. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan instrumen vacuum gauge untuk mengukur tekanan intake manifold pada berbagai kecepatan mesin (1000, 2000, 3000, dan 4000 RPM). Pengukuran dilakukan pada dua unit Toyota Calya yang identik, satu menggunakan filter original equipment manufacturer (OEM) dan satu lagi menggunakan filter udara racing tipe high-flow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter udara racing menghasilkan nilai kevakuman yang lebih rendah (lebih mendekati tekanan atmosfer) di semua titik RPM yang diuji, rata-rata 12,4% lebih sedikit hambatan dibandingkan filter standar. Pada 3000 RPM, filter racing menunjukkan pembacaan kevakuman -18,7 kPa dibandingkan -21,3 kPa untuk filter standar. Temuan ini menunjukkan bahwa filter udara racing memungkinkan volume aliran udara yang lebih besar masuk ke intake manifold, berpotensi meningkatkan efisiensi volumetrik. Namun, trade-off melibatkan kemampuan filtrasi yang berkurang, yang dapat mempercepat keausan mesin dalam kondisi operasional berdebu. Penelitian ini memberikan data empiris bagi teknisi otomotif dan pemilik kendaraan yang mempertimbangkan peningkatan filter pada konfigurasi mesin serupa.
Analisis Pengaruh Variasi Putaran Engine dan Beban Kelistrikan terhadap Tegangan Output Sistem Pengisian Sepeda Motor Alta Hizkia Chrisnadivanda; Yusep Sukrawan; Gilang Ciptadi Mahatkarsa
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 8 No. 2 (2026): (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v8i2.96545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi putaran engine dan penggunaan beban kelistrikan terhadap tegangan output sistem pengisian sepeda motor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kestabilan sistem pengisian dalam menunjang kinerja komponen kelistrikan kendaraan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif pada sepeda motor Yamaha Mio M3. Pengukuran dilakukan pada variasi putaran 1000 rpm, 3000 rpm, dan 6000 rpm, baik pada kondisi tanpa beban maupun dengan beban kelistrikan berupa lampu, lampu sein, dan klakson. Setiap pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali untuk meningkatkan akurasi dan reliabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan putaran engine menyebabkan kenaikan tegangan output, yaitu sebesar 13,56 V, 13,96 V, dan 14,16 V. Sebaliknya, penggunaan beban kelistrikan menyebabkan penurunan tegangan output, dengan penurunan terbesar terjadi pada kondisi kombinasi beban. Meskipun demikian, tegangan tetap berada dalam rentang normal (12,4–14,8 V). Dengan demikian, sistem pengisian mampu bekerja secara optimal dan menjaga kestabilan tegangan pada berbagai kondisi operasional.
Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Koil Terhadap Kemampuan Starting Engine Sepeda Motor KLX 150 Fazry Rizky Apriandiredja; Yusep Sukrawan; Gilang Ciptadi Mahatkarsa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7526

Abstract

Sistem pengapian merupakan salah satu komponen kritis yang menentukan performa starting engine pada mesin pembakaran dalam. Koil pengapian berfungsi sebagai transformator tegangan yang mengubah tegangan baterai rendah (12 Volt) menjadi tegangan tinggi (15.000–40.000 Volt) yang diperlukan untuk memantik loncatan bunga api pada celah elektroda busi. Kualitas percikan ini secara fundamental ditentukan oleh spesifikasi resistansi kumparan primer dan sekunder koil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis koil pengapian terhadap kemampuan starting engine sepeda motor Kawasaki KLX 150. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan menguji tiga varian koil, yaitu Koil Racing TDR, Koil Standar KLX 150, dan Koil Supra X 125, dalam kondisi lapangan yang terkontrol dengan sepuluh kali pengulangan per koil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koil Racing TDR menghasilkan waktu penyalaan tercepat sebesar 1,15 detik, dengan tegangan output sekunder 30.000–40.000 Volt dan tahanan primer hanya 0,1–0,3 Ohm. Koil Standar KLX 150 mencatat waktu starting 1,67 detik dengan stabilitas performa optimal untuk penggunaan harian. Koil Supra X 125 menghasilkan starting time paling lambat yaitu 2,35 detik akibat ketidakcocokan tahanan primer sekitar 2,5 Ohm. Disimpulkan bahwa spesifikasi tahanan koil secara langsung dan signifikan mempengaruhi performa starting engine
Analisis Perbandingan Tingkat Kebisingan Kabin Pada Mitsubishi Destinator Varian Sunroof dan Non-Sunroof Menggunakan Sound Level Meter Faiz Arkan Yulianto; Yusep Sukrawan; Ridwan Adam M Noor; Tatang Permana; Gilang Ciptadi Mahatkarsa
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1971

Abstract

This study aims to analyze and compare the cabin noise levels of the Mitsubishi Destinator Ultimate variant (sunroof) and Exceed variant (non-sunroof) under various driving speed conditions. Measurements were conducted using a Sound Level Meter inside the cabin at idle, 10, 30, 50, 70, 90, and 100 km/h. Results indicate that the Ultimate (sunroof) variant consistently produces higher noise levels than the Exceed (non-sunroof) variant across all speed variations. The largest noise difference was recorded at 100 km/h at 6.50 dB, while the smallest occurred at idle at 0.05 dB. Noise levels in both variants increased significantly with increasing speed, with the sunroof variant reaching 70.00 dB and the non-sunroof variant reaching 63.50 dB at 100 km/h. This difference is attributed to gaps and seals in the sunroof panel, which allow greater noise penetration from the external environment.