Pendidikan modern yang instrumental dan tekstualistik telah mengalami dehumanisasi melalui hilangnya dimensi etis dan spiritual, sehingga melahirkan peserta didik yang kompeten akademik namun lemah moral dan empati. Penelitian ini bertujuan menguraikan konstruksi konseptual pendidikan profetik Kuntowijoyo, menganalisis nilai-nilai utamanya, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pengembangan karakter dan praktik pembelajaran di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis konseptual filosofis terhadap karya-karya utama Kuntowijoyo serta literatur ilmiah terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan profetik Kuntowijoyo berlandaskan pada tiga pilar ontologis yang terintegrasi: humanisasi sebagai praksis empati sosial, liberasi sebagai pembebasan dari belenggu epistemik dan struktural, serta transendensi sebagai horizon spiritual yang memberi arah. Ketiga pilar tersebut membentuk matriks dialektis yang mengantarkan transformasi peserta didik dari homo sapiens menjadi homo religiosus. Implementasinya menuntut perubahan paradigmatik: kurikulum terintegrasi dalam paradigma tauhid, metode dialogis kritis reflektif, relasi guru-peserta didik yang egaliter, serta evaluasi holistik. Pendidikan profetik menawarkan alternatif revitalisasi pendidikan Islam yang mampu menjawab krisis.
Copyrights © 2026