Pembelajaran berbasis etnosains memberikan peluang untuk menghubungkan konsep-konsep sains dengan pengetahuan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Salah satu budaya lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA adalah kesenian Jegog Mebarung khas Jembrana, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai etnosains yang terdapat dalam kesenian Jegog Mebarung serta mengidentifikasi potensinya sebagai sumber belajar IPA melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Jegog Mebarung mengandung berbagai konsep IPA yang mencakup bidang biologi, fisika, dan kimia. Konsep-konsep tersebut meliputi klasifikasi makhluk hidup, struktur dan fungsi tumbuhan, pelestarian lingkungan, gaya dan gerak, getaran, gelombang bunyi, frekuensi, amplitudo, resonansi, perubahan energi, perpindahan kalor, perubahan fisika dan kimia, serta sistem indra pendengaran manusia. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa konsep-konsep tersebut memiliki keterkaitan dengan capaian pembelajaran IPA SMP dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kesenian Jegog Mebarung berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains yang kontekstual, bermakna, serta mendukung pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2026