Penelitian ini mengkaji peran strategis lembaga dakwah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, dengan fokus pada tanggung jawab, tantangan, dan inovasi yang diperlukan di era kontemporer. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pengembangan SDM yang berkualitas menjadi krusial bagi kemajuan bangsa. Lembaga dakwah, sebagai institusi keagamaan yang strategis, berperan tidak hanya sebagai penyampai nilai-nilai Islam, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis konten terhadap berbagai jurnal, buku, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga dakwah memiliki tanggung jawab multidimensional, meliputi tanggung jawab spiritual (pembinaan akidah dan akhlak), intelektual (peningkatan kapasitas keilmuan), sosial (pemberdayaan komunitas), dan institusional (tata kelola organisasi). Namun, lembaga dakwah menghadapi berbagai tantangan internal seperti keterbatasan SDM, pendanaan, dan manajemen, serta tantangan eksternal berupa globalisasi, digitalisasi, pergeseran nilai masyarakat, dan persaingan antarlembaga. Penelitian ini menemukan bahwa inovasi menjadi kunci keberhasilan, antara lain melalui pemanfaatan teknologi digital, pengembangan program pelatihan dan kaderisasi berbasis kompetensi, kolaborasi lintas sektor, model dakwah inklusif, serta penguatan ekonomi umat. Dengan inovasi yang tepat, lembaga dakwah dapat meningkatkan efektivitasnya dalam melahirkan SDM unggul yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mandiri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi peran strategis lembaga dakwah memerlukan sinergi antara dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan secara holistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola lembaga dakwah dalam menghadapi dinamika zaman.
Copyrights © 2026