Pesatnya pertumbuhan industri kosmetik Indonesia dan dominasi Instagram sebagai platform pemasaran berbasis visual mendorong perlunya strategi konten digital yang terdiferensiasi dan berbasis nilai bagi brand-brand lokal yang sedang berkembang. Penelitian ini menganalisis strategi pembuatan konten edukasi pada akun Instagram Purela dalam membangun brand awareness dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui penelitian selama lima bulan di PT Purela Sinari Abadi, Depok, Jawa Barat, pada Januari hingga Mei 2026, dengan data yang dikumpulkan melalui partisipasi aktif, observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur. Produksi konten Purela dikelola menggunakan kerangka POAC yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, didukung model framing Entman yang menjembatani isu-isu viral ke narasi edukasi seputar parenting dan kesehatan kulit anak, dengan nilai-nilai keislaman yang diintegrasikan sebagai pembeda utama brand. Produksi dikonsentrasikan dalam satu hingga dua sesi per minggu, sementara pasca-produksi menerapkan variasi visual setiap tiga hingga lima detik dan konten diunggah pada waktu siang hari yang terbukti lebih efektif dibandingkan waktu malam hari yang direkomendasikan platform. Kendala utama meliputi pendeknya attention span audiens, kompleksitas koordinasi antardivisi, dan kebutuhan penyesuaian jadwal unggah berbasis data yang berbeda dari rekomendasi umum platform. Penerapan terpadu kerangka POAC dan strategi framing secara kolektif memperkuat brand awareness dan kepercayaan konsumen Purela, menawarkan model yang dapat direplikasi untuk pemasaran konten edukasi di sektor perawatan bayi dan anak
Copyrights © 2026