Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, implikasi, serta faktor pendukung dan penghambat integrasi teori perkembangan moral berbasis psikologi pendidikan dalam asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) anak usia dini di RA Zulhijjah Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi diwujudkan melalui reorientasi radikal dari model penilaian konvensional yang kaku menuju model evaluasi autentik yang ramah anak (age-appropriate). Pengkondisian asesmen disandarkan pada teori moralitas heteronom Jean Piaget dan penalaran moral prekonvensional Lawrence Kohlberg, yang memosisikan asesmen PAI sebagai instrumen diagnostik berkelanjutan (assessment for learning). Implementasi di lapangan bertumpu pada penggunaan catatan anekdot, lembar observasi skala capaian perkembangan, serta portofolio dokumentasi digital melalui gawai. Implikasi dari model ini berhasil meminimalkan malpraktik asesmen kognitif-sentris dan mendorong komunikasi naratif-kualitatif yang humanis dengan orang tua. Namun, tantangan teknis berupa tingginya beban kerja administratif guru menyebabkan penundaan pencatatan yang rentan memicu bias ingatan (recall bias). Selain itu, terdapat hambatan eksternal berupa resistensi orang tua urban yang masih menuntut capaian hafalan instan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya digitalisasi instrumen non-tes dan optimalisasi program parenting berkala untuk menyelaraskan pola asuh dan mencegah standar moral ganda pada anak.
Copyrights © 2026