Indonesia memiliki potensi wakaf produktif yang signifikan sebagai instrumen Islamic social finance, namun kontribusinya terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat masih belum optimal karena fragmentasi tata kelola dan lemahnya kapasitas nadzir. Penelitian ini bertujuan membangun model konseptual Productive Waqf Governance Optimization (PWGOM) untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Menggunakan pendekatan library research dengan desain content analysis kualitatif, penelitian ini menganalisis 25 literatur yang diseleksi melalui protokol PRISMA 2020 dari basis data Google Scholar, Crossref, DOAJ, Garuda, ResearchGate, dan Emerald menggunakan kata kunci "wakaf produktif", "wakaf digital", "tata kelola wakaf", dan "pemberdayaan ekonomi" dengan rentang publikasi 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui open coding, axial coding, selective coding, thematic synthesis, dan cross-literature validation. Hasil penelitian menghasilkan tiga temuan utama: (1) ditemukan lima tema tata kelola, yaitu reformasi regulasi, penguatan kapasitas nadzir, inovasi wakaf digital, produktivitas investasi syariah, dan pemberdayaan UMKM; (2) dirumuskan model konseptual PWGOM dengan enam komponen integratif—good waqf governance, kompetensi nadzir, digitalisasi, investasi syariah, pemberdayaan UMKM, dan maqasid al-syariah sebagai indikator keberhasilan sosial-ekonomi—didukung lima grand theory; serta (3) validasi silang-literatur menunjukkan bahwa integrasi komponen-komponen ini secara konseptual menghasilkan optimalisasi yang lebih berkelanjutan dibanding pendekatan parsial. Implikasi penelitian adalah perlunya sinergi kolaboratif antara BWI, nadzir, lembaga syariah, dan masyarakat untuk mengoperasionalkan model. Model yang dihasilkan masih bersifat konseptual dan memerlukan validasi empiris pada penelitian lapangan berikutnya
Copyrights © 2026