Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pelayanan pastoral Orang Muda Katolik (OMK) berdasarkan semangat dokumen Christus Vivit serta perannya dalam memperkuat persekutuan (koinonia) di Stasi St. Mikael Lhokseumawe. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan OMK sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral telah mengupayakan pendekatan yang dekat, dialogis, dan partisipatif. Pendamping hadir sebagai sahabat yang berjalan bersama OMK, menciptakan ruang berbagi pengalaman iman yang menumbuhkan rasa kekeluargaan. Meski demikian, pendampingan masih dominan dalam konteks kegiatan kelompok dan belum merata secara personal. Selain itu, dimensi penegasan panggilan hidup belum mendapat perhatian optimal dibandingkan penguatan iman dasar. Secara eklesiologis, pelayanan ini telah memperkuat koinonia melalui solidaritas dan keterlibatan dalam liturgi, namun partisipasi masih cenderung terkonsentrasi pada individu tertentu. Penelitian ini menyimpulkan perlunya model pendampingan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk memastikan seluruh anggota OMK memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap komunitas Gereja.
Copyrights © 2026