Insomnia dapat mengganggu pemulihan fisik, konsentrasi, regulasi emosi, dan fungsi harian remaja. Anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berisiko mengalami gangguan tidur akibat stres psikososial, pengalaman traumatis, dan kondisi lingkungan tidur institusional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi akupunktur tubuh dan akupunktur telinga terhadap skor Insomnia Severity Index (ISI) pada anak didik dengan insomnia di LPKA Kelas II Bengkulu. Penelitian pre-eksperimental ini menggunakan desain one-group pretest-posttest dan dilaksanakan pada Agustus hingga September 2025. Sebanyak 38 peserta dengan insomnia dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi diberikan berupa akupunktur tubuh pada titik EX-HN3 (Yintang) dan HT-7 (Shenmen), serta akupunktur telinga pada titik TF-4 (Shenmen), selama 12 sesi dalam empat minggu. Tingkat keparahan insomnia diukur menggunakan ISI pada pre-test, setelah sesi ke-6, dan setelah sesi ke-12. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Friedman, dan Wilcoxon signed-rank. Rerata skor ISI menurun dari 17,71 pada pre-test menjadi 13,18 setelah sesi ke-6 dan 6,81 setelah sesi ke-12. Uji Friedman menunjukkan perbedaan skor ISI yang signifikan pada tiga waktu pengukuran (χ²=73,603; df=2; p<0,001). Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan skor ISI yang signifikan antara pre-test dan post-test (Z=-5,383; p<0,001). Kombinasi akupunktur tubuh dan akupunktur telinga menurunkan skor ISI pada anak didik dengan insomnia di LPKA Kelas II Bengkulu. Karena penelitian ini menggunakan satu kelompok tanpa kontrol, hasil perlu ditafsirkan sebagai bukti awal.
Copyrights © 2026