Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA MITQ AL KAUTSAR SURAKARTA Jatmiko Rinto Wahyudi; Hanum Sasmita; Chusnul Zulaika
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/540kmd63

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan serangkaian perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan individu maupun lingkungan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit menular akibat rendahnya penerapan kebiasaan hidup bersih da n sehat. Hasil observasi di MITQ Al Kautsar Surakarta menunjukkan masih terdapat siswa yang belum menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, dan memilih jajanan sehat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai PHBS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2026 di MITQ Al Kautsar Surakarta dengan melibatkan 27 siswa yang hadir sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan pemutaran video edukatif mengenai PHBS. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 27 peserta, sebanyak 20 siswa (74,07%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti edukasi, sedangkan 7 siswa (25,93%) memiliki tingkat pengetahuan yang tetap. Tidak terdapat siswa yang mengalami penurunan pengetahuan (0%). Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi diskusi dan pemutaran video. Edukasi yang diberikan terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi PHBS melalui metode ceramah, diskusi, dan pemutaran video efektif meningkatkan pengetahuan siswa MITQ Al Kautsar Surakarta. Kegiatan ini berpotensi mendukung pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit menular.
UJI EFEKTIFITAS TERAPI AKUPUNKTUR DAN KOMBINASI AROMA TERAPI SEREH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA KASUS INSOMNIA Hanum Sasmita; Jatmiko Rinto Wahyudi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/0p8n3324

Abstract

Insomnia merupakan kondisi yang mempunyai ciri-ciri terhadap menurunnya kuantitas dan kualitas tidur pada seseorang yang menyebabkan masa- lah pada status kesehatan, pekerjaan, dan aktivitas sosial. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur dengan kombinasi aromaterapi sereh terhadap peningkatan kualitas tidur kasus insomnia di Kecamatan Jebres Surakarta. Penelitian ini dilakukan di Desa Gulon Kecamatan Jebres dari bulan Februari s.d Maret 2026. Peneliti ini menggunakan sampel sejumlah 33 subjek yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan Three Groups Pretest-Posttest With Control Groups. Hasil dari penelitian ini dari uji Kruskal wallis didapatkan hasil signifikan p= 0,010, dan uji Post hoc LSD didapatakn nilai signifikansi p = 0,010<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai gradasi kelompok 1 sebesar 66,6%, kelompok 2 sebesar 66,6%, dan kelompok 3 tidak mengalami perubahan menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan Skor PSQI pada ketiga kelompok. Terapi akupunktur kombinasi aromaterapi sereh kasus insomnia menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan skor PSQI dan membantu meningkatkan kualitas tidur pada subjek penelitian di Desa Gulon Kecamatan Jebres.
PENGARUH KOMBINASI AKUPUNKTUR TUBUH DAN TELINGA TERHADAP SKOR INSOMNIA SEVERITY INDEX PADA ANAK DIDIK LPKA KELAS II BENGKULU Dona Aulia; Imrok Atus Sholihah; Hanum Sasmita
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/tbjna740

Abstract

Insomnia dapat mengganggu pemulihan fisik, konsentrasi, regulasi emosi, dan fungsi harian remaja. Anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berisiko mengalami gangguan tidur akibat stres psikososial, pengalaman traumatis, dan kondisi lingkungan tidur institusional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi akupunktur tubuh dan akupunktur telinga terhadap skor Insomnia Severity Index (ISI) pada anak didik dengan insomnia di LPKA Kelas II Bengkulu. Penelitian pre-eksperimental ini menggunakan desain one-group pretest-posttest dan dilaksanakan pada Agustus hingga September 2025. Sebanyak 38 peserta dengan insomnia dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi diberikan berupa akupunktur tubuh pada titik EX-HN3 (Yintang) dan HT-7 (Shenmen), serta akupunktur telinga pada titik TF-4 (Shenmen), selama 12 sesi dalam empat minggu. Tingkat keparahan insomnia diukur menggunakan ISI pada pre-test, setelah sesi ke-6, dan setelah sesi ke-12. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Friedman, dan Wilcoxon signed-rank. Rerata skor ISI menurun dari 17,71 pada pre-test menjadi 13,18 setelah sesi ke-6 dan 6,81 setelah sesi ke-12. Uji Friedman menunjukkan perbedaan skor ISI yang signifikan pada tiga waktu pengukuran (χ²=73,603; df=2; p<0,001). Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan skor ISI yang signifikan antara pre-test dan post-test (Z=-5,383; p<0,001). Kombinasi akupunktur tubuh dan akupunktur telinga menurunkan skor ISI pada anak didik dengan insomnia di LPKA Kelas II Bengkulu. Karena penelitian ini menggunakan satu kelompok tanpa kontrol, hasil perlu ditafsirkan sebagai bukti awal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI DI RA AL KAUTSAR SURAKARTA Hanum Sasmita; Jatmiko Rinto Wahyudi
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/t7621x42

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada anak usia sekolah. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyikat gigi dengan benar menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian karies. Edukasi kesehatan gigi sejak dini diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku hidup sehat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan hasil identifikasi di lokasi mitra, masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar sehingga diperlukan kegiatan edukasi sebagai upaya pencegahan karies gigi. Tujuan kegianatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai cara menyikat gigi yang benar. Kegiatan dilaksanakan pada 50 siswa RA Al Kautsar Surakarta menggunakan metode ceramah, video edukasi, demonstrasi, praktik menyikat gigi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan. Program dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi, pemutaran video, serta praktik langsung menyikat gigi menggunakan media edukatif berupa model gigi dan sikat gigi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata meningkat dari 62% menjadi 89%, atau meningkat sebesar 27%. Sebagian besar peserta mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa mengenai teknik menyikat gigi yang benar, meningkatnya pemahaman tentang waktu dan frekuensi menyikat gigi yang tepat, serta terbentuknya perilaku menyikat gigi dua kali sehari sebagai upaya pencegahan karies gigi. Edukasi cara menyikat gigi yang benar merupakan strategi promotif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Program ini berpotensi mendukung pencegahan karies gigi sejak dini melalui pembiasaan perilaku menyikat gigi yang benar dan teratur sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak usia sekolah