Latar Belakang: Dinamika variabel makroekonomi seperti hargakomoditas dan tingkat inflasi berpotensi memengaruhi kinerja sektorkeuangan, termasuk profitabilitas perbankan syariah di Indonesia. Pemahaman terhadap faktor eksternal ini penting untuk menjagastabilitas ekonomi serta mendukung pengambilan keputusan dalampengelolaan investasi dan efisiensi operasional perbankan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hargaemas dan inflasi terhadap Return on Assets (ROA) sebagai indikatorkinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia periode 2019–2024. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengananalisis regresi linear berganda terhadap data sekunder bulanan yang diperoleh dari publikasi resmi. Pengujian dilakukan melalui uji asumsiklasik, koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan hargaemas dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA dengannilai signifikansi sebesar 0,086. Nilai Adjusted R Square sebesar0,042 mengindikasikan bahwa kemampuan model dalam menjelaskanvariasi ROA tergolong rendah. Secara parsial, harga emasberpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi 0,033, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan dengan nilaisignifikansi 0,537. Kesimpulan: Harga emas memiliki pengaruh terhadap profitabilitasperbankan syariah, sedangkan inflasi tidak menunjukkan pengaruhyang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan penambahan variabel lain seperti efisiensi operasional dan faktor makroekonomi lain untukmeningkatkan daya jelaskan model serta mendukung stabilitasekonomi dan keputusan investasi.
Copyrights © 2026